Press ESC to close

Pendapatan SAS Meroket di Tahun 2011

Originated By : Sismi Priguna

CHIP.co.id - Pendapatan Terakhir SAS Meroket di Tahun 2011

Jakarta, CHIP.co.id - SAS, penyedia software dan jasa business analytics, meraih pendapatan global yang meroket di tahun 2011, sebesar US$2,725 miliar. Dengan pencapaian ini, SAS menandai pertumbuhan double-digit di tahun ke 36, dengan memberikan keuntungan kepada organisasi untuk menemukan peluang bisnis dalam mengembangkan penyimpanan data mereka sendiri melalui advanced analytics.

“Perusahaan mempercayakan SAS Business Analytics untuk memecahkan permasalahan terberat mereka, yaitu meningkatkan pendapatan melalui strategi harga yang lebih baik untuk menghentikan kerugian akibat fraud (penipuan),” kata CEO SAS, Jim Goodnight.

Goodnight mengatakan jika hasil di tahun 2011 juga menegaskan efek positif bagaimana SAS telah melakukan investasi terhadap para karyawan dan memperoleh penghargaan atas budaya perusahaan kendati kondisi ekonomi yang masih sulit. Inovasi, kata Goodnight, dimulai dengan memprioritaskan karyawan.

“Inovasi merupakan satu hal yang terus kami jaga dan membuat SAS tetap berkembang selama 36 tahun ini,” kata Goodnight. “Kami tidak dapat berhasil tanpa adanya inovasi, produk, ide dan layanan yang baru. Karyawan yang setia, kreatif dan sehat maka akan menjadi inovatif.”

Pada 2011, pertumbuhan karyawan SAS meningkat sebesar 9,2 persen dan menginvestasikan kembali 24 persen dari pendapatannya untuk penelitian dan pengembangan. Amerika memperoleh 46 persen dari total pendapatan; Eropa, Timur Tengah dan Afrika (EMEA) memperoleh 42 persen; dan Asia Pasifik sebesar 12 persen. Pertumbuhan SAS sangat kuat di semua wilayah utama dan negara, bahkan di wilayah-wilayah yang mengalami tekanan ekonomi.

Peningkatan Pendapatan Lintas Negara

Pendapatan yang melonjak terjadi di semua solusi dan kategori industri. Software untuk mendeteksi penipuan melonjak hingga triple-digit. Pendapatan dari solusi on-demand tumbuh hampir 50 persen. Pertumbuhan dari analytics dan solusi manajemen informasi mencapai double digit, yang berasal dari solusi customer intelligence, retail, risk dan supply chain.

SAS mengalami pertumbuhan di emua industri, hal ini menunjukan bahwa banyak bisnis yang mengetahui manfaat analytics. Perkembangan yang kuat terlihat jelas pada perusahaan jasa keuangan dan peningkatan double-digit pada bidang pemerintah, kesehatan dan life sciences.

Erwin Sukiato, Country Manager SAS Indonesia mengatakan, “Indonesia memiliki potensi besar dalam Business Analytics (BA) terutama untuk bisnis yang mengalami kejenuhan, seperti perbankan dan perusahaan jasa keuangan dan juga perusahaan Telekomunikasi. Pemerintah juga merupakan sektor yang memerlukan BA dan solusi SAS memungkinkan pemerintah untuk lebih memahami, menggunakan dan melindungi data mereka, tanpa mengkhawatirkan tentang volume, kondisi, Negara ataupun lokasi."

Berkaitan dengan hasil keuangan, Erwin menambahkan, “Untuk 2011, pertumbuhan SAS Indonesia melampaui prosentase hasil global. Pertumbuhan  ini dihasilkan dari semua industri, yaitu perbankan dan perusahaan jasa keuangan, pemerintah, perusahaan riset, manufaktur dan juga sektor pendidikan.”

Partner yang Efektif Memberikan Hasil

Pada tahun 2011, SAS memperkenalkan satu-satunya penawaran in-memory di pasar yang memberikan analytics high-end dan big data untuk menghasilkan wawasan dengan sangat cepat, SAS High-Performance Analytics. Analisis yang mengkombinasikan keahlian SAS dalam analytics dan pemahaman yang mendalam dari partnernya tentang skenario proses paralel secara masif. Hasilnya yaitu menawarkan pelanggan dengan peralatan in-memory analytical yang teroptimalisasi secara maksimal agar dapat percaya diri dalam mengatasai permasalah bisnis kompleks secara lebih cepat.

Selain teknologi, SAS dan partnernya memberikan kebutuhan teknologi pelanggannya dan membantu mereka agar memiliki arah secara analytical. Berpartisipasi dalam proyek penelitian, SAS/Teradata Product Advisory Council dan International Institute for Analytics membantu pelanggan untuk mengidentifikasi kesempatan. Contohnya, Formasi Accenture SAS Analytics Group membantu eksekutif senior untuk memperoleh wawasan dari data, membuat keputusan yang lebih baik dan meningkatkan pendapatan bisnis mereka.

Pelanggan yang bekerja dengan SAS dan partnernya antara lain: National Australia Bank dan Commonwealth Bank of Australia, Generali Insurance Italia, Oita Bank Jepang, Hana Financial Group Korea, Samsung Securities, National Bank of Abu Dhabi dan MTS Rusia.

Pengembangan di Tahun 2012

Pada 2012, SAS akan terus melanjutkan inovasi, dengan teknologi baru untuk menganalisa big data, membangun hubungan pelanggan dengan lebih kuat, mengatasi fraud dan masih banyak lainnya. Hal-hal yang dilakukan SAS antara lain:

  • Mengembangkan jajaran produk SAS High-Performance Analytics untuk memberikan nilai yang lebih besar melalui analytical, solusi bisnis untuk industri tertentu dan horizontal, membantu mengurangi waktu proses untuk operasi kompleks dari berhari-hari menjadi jam dan dari jam menjadi menit.
  • Membangun momentum dalam solusi SAS Customer Intelligence dengan versi terbaru SAS Social Media Analytics dan SAS Marketing Automation.
  • Membantu perusahaan jasa keuangan dan perusahaan lainnya dalam mengatur kredit dan risiko operasional dengan lebih baik.
  • Memberikan update tentang software anti-fraud untuk membantu organisasi dalam bidang perbankan, pemerintah, kesehatan dan asuransi dalam menangani kejahatan keuangan dengan lebih baik.
  • Melanjutkan investasi dalam SAS Analytics, menjawab kebutuhan akan berbagai jenis teks dan predictive analysis, forecasting dan operations research. Dengan analytics berkapasitas lebih tinggi, SAS akan meningkatkan kemampuan organisasi dalam menggunakan volume massif pada data terstruktur dan tidak terstruktur untuk pembuatan keputusan dengan lebih baik dan cepat.
This Article Tagged On :
Sources :
  • SAS
comments powered by Disqus

Quote

“ Untuk 2011, pertumbuhan SAS Indonesia melampaui prosentase hasil global. Pertumbuhan ini dihasilkan dari semua industri, yaitu perbankan dan perusahaan jasa keuangan, pemerintah, perusahaan riset, manufaktur dan juga sektor pendidikan. ”
Erwin Sukiato, Country Manager SAS Indonesia