
Jakarta, CHIP.co.id - Setelah beberapa waktu lalu Lenovo mengumumkan 10 finalis Do Network yang telah diselenggarakan sejak Desember 2011 lalu, kali ini Lenovo menghadirkan finalis tersebut di Hotel Intercontinental, Jakarta. Lenovo menghadirkan 10 finalis Do Network untuk saling berbagi dan mendiskusikan ide-ide mereka yang pada nantinya proyek mereka akan direalisasikan menjadi kenyataan (14/2).

Pada kesempatan yang sama, 10 finalis Do Network juga hadir pada accara CHIP Meet-up yang bertujuan untuk menampilan dan mulai mempromosikan proyek-proyek tersebut secara langsung ke komunitas CHIP Online dan publik.

Do Network Indonesia telah menjaring sebanyak 27.690 registrasi di website, 706 proyek dan 13.465 suara dukungan selama periode 20 hari, yakni pada 5-25 Januari. Kini telah terpilih 10 orang finalis utama dari 8 kota di Indonesia yang telah diseleksi melalui proses voting publik, pencapaian-pencapaian yang diraih dan seleksi mentor.

Sandy Lumy selaku Country Manager, Lenovo Indonesia membuka acara dengan mengatakan,"Kami gembira sekali mellihat Doer Indonesia sangat antusias merespon tantangan Lenovo Do Netwok kali ini. Pencapaian sebanyak 706 proyek hanya dalam waktu dua bulan sangatlah fantastis dan kami berharap masyarakat Indonesia ikut serta dalam voting final untuk pemilihan pemenang. Lenovo juga tidak menutup kemungkinan akan menghadirkan acara seperti ini pada masa mendatang."

Hadir pada acara ini para mentor dari Lenovo Do Network (foto dari kiri-kanan mulai dari kedua) adalah Nurdiansah selaku Peneliti dan Pemerhati Pendidikan, Onno W. Purbo selaku Independent IT Writer, dan Budi Putra selaku Konsultan Teknologi.
Onno mengatakan,"Saya bangga akan antusias masyarakat akan kegiatan ini dimana kami para mentor cukup mengalami kesulitan dalam memiliki 10 terbaik dari 706 proyek yang ada. Saya pun dengan senang hati akan mendukung seluruh proyek yang ada untuk di implementasikan ke dunia nyata, karena menurut saya, seluruh proyek yang ada merupakan ide-ide menarik demi kemajuan bangsa Indonesia."
Budi Putra juga mengungkapkan,"Lenovo Do Network adalah ajang yang bagus dalam mencari inovator yang pada nantinya akan mentransformasikan ide menjadi aksi."
Nurdiansyah menambahkan,"Ke-10 finalis ini merupakan yang terbaik dari seluruh peserta Do Network. Hal ini terlihat dari penyusunan ide, merancang pembagian kerja, memaparkan report perkembangan proyek pada diary, melengkapi perlengkapan milestone dan memperkenalkan proyek mereka ke kalangan umum untuk mendapatkan dukungan."

Ariesta Satriyoko dari Jakarta, dengan proyek "Muvon: Charger Alat Elektronik Gabungan Anti Polusi." Ini adalah alat charging yang memadukan dua energi yang dapat diperbaharui: tenaga matahari dan gerak/kinetik.

Bryan Rahardy dari Surabaya, dengan proyek "DLS: Digital Limitation System." Ini adalah sistem yang mendeteksi jarak tempuh mobil dengan menggunakan alat Electronic Control Unit (ECU). Teknologi ini dapat membantu mengurangi polusi dan penggunaan BBM subsidi.

Danny Ismarianto Ruhiyat dari Cimahi, dengan proyek "Gratisains - Gratis Sebarkan Ilmu Hingga Pelosok." Ini adalah aplikasi web berbasis tablet Lenovo yang mengkombinasikan sinkronisasi data dan sistem multi-charging yang memungkinkan pendistribusian pengetahuan ke daerah pedesaan yang minim akses listrik.

Fatkhul Amri dari Malang, dengan proyek "Gameforsmart - Tambah Ngegame, Tambah Cerdas." Ini adalah game online edukatif yang digunakan untuk membantu para pelajar meningkatkan prestasi belajar mereka dengan cara yang menyenangkan, Pelajar dapat mengakses game ini dengan menggunakan berbagai perangkat seperti PC, tablet dan konsol game.

Frederic Tumanggor dari Jember, dengan proyek "Software Hukum Cerdas Buatan Indonesia 1st Di Dunia." Teknologi software yang diberi nama Kamus Hukum Jung ini memungkinkan para profesional dan masyarakat untuk memahami istilah hukum tanpa harus menggunakan mesin pencari.

Giannova Ryandanny Satoto dari Denpasar, dengan proyek "Dibungkus - Pemesanan Makanan Online." Aplikasi ini menyederhanakan dan mengelola pemesanan berbagai menu makanan dari restoran yang menjadi mitra dengan berbagai cara pembayaran.

Nizar Lutfiansyah ST dari Malang, dengan proyek "Bintang Sekolah - Classroom In A Box." Ini adalah kelas virtual yang dirancang untuk menghadirkan suasana belajar di sekolah melalui kelas portable di daerah manapun yang membutuhkan pendidikan.

Dr. Petrus Mursanto MSc dari Bogor, dengan proyek "Sistem Pengaturan Lalu Lintas Cerdas dan Adaptif." Aplikasi ini menggunakan Principal COmponen Analysis (PCA), Viola-Jones Algorithms dan Kalman Filter untuk menghitung jumlah mobil di jalan-jalan guna mengetahui situasi lalu lintas.

Rosa Kurniawan dari Malang, dengan proyek "Eumkm.Com - UMKM Online Indonesia." Ini adalah solusi total sistem online Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang antara lain memungkinkan UMKM yang tidak memiliki rekening bank untuk memperoleh akses ke fasilitas kredit perbankan.

Widi Putro Iriantoro dari Yogyakarta, dengan proyek "W-Dance Go Go." Ini adalah konsol game yang khusus dirancang untuk mengikuti perkembangan teknologi yang mengedepankan aspek yang tidak ada dalam konsol game pada umumnya.

Sebagai bagian dari agenda kegiatan Do Labs di Jakarta, ke-10 finalis akan mengunjungi Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspitek) di Serpong, Banten. Interaksi dengan pusat inovasi terbesar di Indonesia ini diharapkan dapat memperkuat semangat inovasi Doer untuk menciptakan karya-karya yang bermanfaat bagi Indonesia.

Voting untuk memilih pemenang akan dilakukan pada 9-22 Februari mendatang dan pemenang akan diumumkan pada 1 Maret 2012. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Do Network, silahkan kunjungi situs http://donetwork.lenovo.com/id.
Notebook Ivy Bridge ASUS N46VM Telah Beredar di Indonesia
May 01, 2012