
CHIP.co.id - Konektor Universal Thunderbolt dapat menggantikan semua koneksi PC dan menawarkan kecepatan 4 kali lebih besar dibandingkan USB 3.0. Perangkat Mac sudah mendukungnya, sedangkan PC masih harus menunggu hingga tahun 2012.
Inilah yang sudah lama ditunggu-tunggu oleh pengguna PC. Kabel lebih minim pada perangkat dan kecepatan transfer yang lebih tinggi untuk semua data. Keduanya ditawarkan oleh Thunderbolt. Melalui Thunderbolt, pengguna komputer tidak lagi perlu repot dengan beragam kabel untuk HDMI, VGA, DisplayPort, DVI, eSATA, USB, atau FireWire. Semuanya terhubung hanya dengan menggunakan satu buah kabel Thunderbolt. Selain itu, Thunderbolt juga menawarkan transfer rate yang lebih tinggi dibandingkan USB 3.0 (lihat Benchmarks di bagian akhir artikel). Kali ini, CHIP akan menjelaskan cara kerja teknologi Thunderbolt menjadi sebuah koneksi hightech yang baru.
Thunderbolt untuk Windows
Thunderbolt saat ini baru digunakan pada beberapa perangkat saja karena hanya Apple menjadi satu-satunya produsen komputer yang menawarkan koneksi turbo ini. Namun, tidak lama lagi teknologi ini akan merambah ke dunia PC. Pada ajang Intel Developer Forum baru-baru ini, Mooly Eden, kepala divisi Intel PC menjelaskan bahwa Thunderbolt akan ditawarkan pada komputer Windows mulai 2012. Sementara itu, beberapa perusahaan besar seperti Acer dan Asus berencana menyediakan Thunderbolt pada Ultrabook mereka. Apakah pemasarannya dapat dilakukan tahun ini? Semuanya tergantung pada seberapa lama Thunderbolt dipersiapkan. Teknologi ini awalnya diusung oleh Intel pada tahun 2009 dengan nama Light Peak.

Konsepnya bermula dari sebuah interface yang menghubungkan komputer, monitor, periferal, dan entertainment electronics. Seperti namanya, Intel merencanakan sebuah teknologi transfer data optik. Namun, saat peluncuran Thunderbolt tersebut pada awal 2011 lalu, Intel malah menggunakan teknologi berbasis elektrikal untuk menghindari biaya yang besar. Generasi Thunderbolt pertama masih menggunakan kabel tembaga. Padahal, salah satu kelebihan Thunderbolt adalah varian optiknya. Dalam protocol stack-nya, jelas disebutkan sebuah layer untuk elektrikal dan/atau tranmisi optik. Namun, di atasnya bekerja transport layer secara mandiri. Seperti yang telah dijelaskan oleh Intel, generasi kedua Thunderbolt selanjutnya bakal menggunakan teknologi optik, yaitu kabel serat optik. Semua kontroler dan konektor generasi pertama yang tersedia di pasaran masih dapat digunakan dengan kabel optik ini tanpa masalah. Keunggulannya, panjang kabel yang didukung dapat mencapai 10 meter (aktual 3 meter).
Pembagian data flow lebih fleksibel
Keunikan Thunderbolt: Teknik ini menggunakan data channel secara paralel yang berfungsi dalam dua arah (lihat gambar di bagian akhir artikel). Seluruh bandwidth tersedia untuk kedua arah tersebut pada Thunderbolt dan tidak ada pembagian bandwidth untuk Upstream dan Downstream. Pada generasi pertama Thunderbolt, digunakan dua kanal bidireksional. Secara teori, masing-masing kanal menawarkan 10 GBit per detik. Agar satu kabel dapat menampung hingga enam perangkat sekaligus, kecepatannya harus dibagi-bagi. Benchmark pertama yang dilakukan oleh CHIP menunjukkan bahwa kecepatan teoritis masih belum dapat dicapai pada praktiknya. Dari pada sebuah hard disk array, kecepatan yang diperoleh hanya 825 MByte per detik. Sekilas hasil ini memang mengecewakan karena tidak mencapai kecepatan maksimum sebesar 1.250 MByte per detik. Namun, keterbatasan ini disebabkan oleh modul lain, seperti RAID Controller (lihat juga Benchmarks di bagian akhir artikel). Selain itu, potensi standar Thunderbolt bahkan masih dapat dikembangkan. Pada tahun 2015, Intel berencana untuk menaikkan per kanal hingga sebesar 50 GBit per detik dan pada tahun 2019 akan mencapai 100 GBit.
Jika melihat protokol transmisi ini, Thunderbolt digunakan pada standar yang sudah ada, yaitu DisplayPort dan PCI Express. Tidak hanya itu, Thunderbolt juga akan mengambil alih kedua protokol ini dan membungkusnya dalam sebuah meta protokol sendiri. Bagi komputer, perangkat yang terhubung serta program yang ter-install seolah-olah masih digunakan protokol semula. Tugas utama Protocol Stack Thunderbolt adalah mengalirkan lalu lintas data dengan lebih efisien dan menetapkannya ke posisi yang sebenarnya. Selain Traffic-Routing ini, Thunderbolt juga menawarkan kemudahan lainnya, seperti Hot Plugging, yaitu menghubungkan perangkat ke komputer yang sedang bekerja. Untuk itu, Protocol Stack dilengkapi dengan sebuah detection routine. Komponen inti dari protokol Thunderbolt adalah Transport Layer. Di sini, hubungan antarperangkat dijaga agar tetap sinkron. Keunggulan lainnya, suplai arus perangkat dipasok melalui Thunderbolt itu sendiri. Kabel Thunderbolt dirancang oleh Intel untuk menyediakan daya hingga sebesar 10 Watt.
Lebih ekonomis dengan chip baru
Kesan yang menonjol pada Thunderbolt terletak pada konektornya yang mahal. Konektor ini kompatibel dengan DisplayPort, baik secara mekanis maupun elektris. Pada ujung kabel, terpasang Transceiver-Chips. Akibatnya, biaya produksi semakin mahal. Apple saja menjual 2 meter kabel Thunderbolt seharga 50 Euro. Controller Chips pada generasi Thunderbolt pertama masih terlalu mahal jika dibandingkan dengan teknologi lain. Meskipun demikian, pada ajang IDF lalu, Intel sudah mempersiapkan alternatif lain pada generasi berikutnya. Selain Highend-Thunderbolt-Controller, ditawarkan pula Low-End-Controller Port Ridge dan L2210. Dengan ukuran 5 x 6 mm, kontroler ini sepertiga lebih kecil dari pendahulunya sehingga teknologi Thunderbolt juga bakal membuat terobosan pada komputer kelas ekonomis.
Klik Gambar untuk Lebih Jelas
Sumber: Majalah CHIP 01/2012
Tes Perbandingan 9 Motherboard AMD 990FX
February 15, 2012
Notebook Ivy Bridge ASUS N46VM Telah Beredar di Indonesia
May 01, 2012