15 May 2013 | 20218 view(s)
BBM di Android dan iOS, Langkah Cerdas atau Bumerang BlackBerry?

Penulis : Insaf Albert Tarigan

CHIP.co.id - Keputusan BlackBerry meluncurkan BlackBerry Messenger untuk platform Android dan iOS cukup mengejutkan banyak pengguna perangkat itu di Tanah Air. Hal ini setidaknya tergambar dari beberapa komentar pembaca CHIP. Ada yang bersyukur karena akhirnya mereka bisa benar-benar meninggalkan BlackBerry, ada pula yang menganggap perusahaan asal Kanada itu membuat kesalahan fatal. Lho?

Bukan rahasia lagi jika banyak pengguna BlackBerry tak bisa benar-benar beralih ke smartphone lain karena terikat dengan BBM. Aplikasi spesial ini hanya ada di perangkat BlackBerry selama bertahun-tahun, dan tiap orang mempunyai akun unik berdasarkan PIN perangkat mereka masing-masing. Artinya, jika mengganti BB, maka nomor PIN teman-teman, keluarga atau klien akan hilang begitu saja. Pengguna memang bisa memberitahukan PIN terbaru mereka, namun akan sedikit merepotkan.

Maka, sudah pemandangan umum kita melihat banyak orang mempunyai iPhone atau Android bagus, tapi tetap mempunyai BB. Selain itu, tak sedikit yang memanfaatkan BBM sebagai sarana untuk berjualan macam-macam barang dengan cara bergonta-ganti foto profil atau status. Singkat kata, keterikatan BBM dengan penggunanya bisa dibilang sangat kuat.

Lalu, apa gerangan yang membuat BlackBerry memutuskan merilis BBM untuk Android dan iOS?

"Anda mungkin bertanya mengapa BlackBerry melakukan ini sekarang," kata CEO BlackBerry Thorsten Heins dalam konferensi di Orlando, Amerika Serikat, Selasa (14/5) kemarin.

"Ini adalah tanda kepercayaan diri. Platform BlackBerry 10 kuat dan respons (yang kami terima) sangat bagus sehingga kami percaya diri waktunya tepat untuk BlackBerry Messenger menjadi solusi perpesanan multiplatform yang independen."

Dia menambahkan, pengguna iPhone akan membutuhkan setidaknya iOS 6 untuk bisa menggunakan BBM, sementara pengguna Android minimal memakai Ice Cream Sandwich. Tak ada kalimat Heins mengenai Windows Phone.

Analis dari Davies Murphy Group Europe, Chris Green mengatakan, terlalu dini untuk mengetahui apakah langkah BlackBerry ini akan memaksa kompetitornya mengubah strategi mereka.

"BBM telah menjadi pendorong trafik yang signifikan terhadap BlackBerry --terutama dari khalayak konsumen," katanya.

Mengembangkan BBM ke multiplatform, kata Chris, bukan hanya memperluas daya tarik konsumen tetapi juga dapat membantu membujuk kembali konsumen korporat yang hilang karena masalah teknis sebelumnya.

Adapun Ben Wood dari CCS Insight memiliki pandangan berbeda. Menurutnya, BlackBerry terpaksa mengambil langkah itu karena terdesak aplikasi pesan multiplatform yang kian menjamur, termasuk Facebook Messenger. Namun, sama dengan pembaca CHIP, dia juga khawatir, bagaimana BlackBerry akan memastikan perilisan BBM untuk Android dan BBM akan bermanfaat terhadap penjualan ponsel BB.

Todd Haselton dari Technobuffalo mengatakan, ada dampak positif dan negatif dari langkah BlackBerry tersebut.

Dampak positifnya, akan makin banyak pengguna yang mengenal merek BlackBerry. Kedua, perusahaan asal Kanada itu mengaku BBM versi Android dan iOS akan menawarkan layanan pesan dan group chat, tetapi pengguna tak akan bisa melakukan panggilan video, berbagi layar dan berbagai keunggulan lain yang hanya ada di perangkat BlackBerry.

Kekurangan tersebut bisa memicu dua hal. Pertama, pengguna yang melihat kekurangan BBM di Android dan iOS akan beralih ke BlackBerry, atau mereka meninggalkan BBM dan tetap memilih aplikasi lain, seperti WhatsApp, WeChat, Line dan sebagainya.

Bisa pula BlackBerry menawarkan opsi lain. Misalnya, agar pengguna Android dan iOS bisa menikmati fitur penuh BBM, mereka harus membayar biaya berlangganan.

Dampak buruknya, sudah jelas ketergantungan orang terhadap BBM di perangkat BB akan tergerus seiring dengan kehadiran aplikasi ini di Android dan iOS. Buat apa lagi punya BB kalau BBM bisa juga dinikmati di Android dan iPhone? Sementara BB selama ini lekat dengan istilah "lemot"?

Bagaimana menurut Anda?

 

 


You may also like:

BlackBerry Q5, Inikah Ponsel yang Anda Tunggu-Tunggu?

Erafone Tawarkan BlackBerry Q5 Seharga Rp3,9 juta

BlackBerry Q5 Dibanderol Rp4,8 Juta di Inggris

BlackBerry Q5: BlackBerry "Murah" dengan OS 10
comments powered by Disqus
Publication
© 2012-2013 CHIP ONLINE. PT Prima Info Sarana. All Rights Reserved. | About CHIP | Privacy Policy