27 September 2016 | 2271 view(s)
IWIC 10: Mencari Calon Raksasa Digital dari Tengah Pulau Jawa

Penulis : Kama Adritya

CHIP.co.id - Perjalanan dalam mencari pembuat aplikasi mobile terbaik tahun ini kembali bergulir. Indosat Ooredoo Wireless Innovation Contest (IWIC) kali ini hadir di salah satu kota besar di Jawa Tengah, yaitu kota Solo. Universitas Sebelas Maret (UNS) hadir sebagai tuan rumah untuk ajang Roadshow IWIC 10 ini.

Antusiasme dari para mahasiswa di UNS ini sangat terasa, karena mereka sudah mengerumun di aula gedung Fakultas MIPA di UNS sejak dari beberapa jam sebelum acara dimulai. Namun, para peserta acara IWIC ini tidak hanya berasal dari mahasiswa UNS saja. Banyak juga yang hadir karena memang sangat tertarik ingin mengikuti kontes IWIC ini. Ada yang datang dari instansi, profesional muda, bahkan mahasiswa dari Yogyakarta sekalipun. Semua semangat ingin menjadi pencipta aplikasi mobile yang sukses berikutnya.

Para peserta Roadshow sangat antusias memenuhi ruang aula di Fakultas MIPA UNS Solo.

Acara dibuka dengan sambutan dari Wakil Dekan Fakultas MIPA UNS, Drs. Pangadi. Menurutnya, zaman kini sudah berubah dan sudah tidak sama lagi jika dibandingkan dengan beberapa tahun ke belakang. Beliau menekankan pentingnya mempersiapkan generasi muda untuk perubahan digital yang demikian pesat. Sehingga menurutnya dengan hadirnya ajang seperti IWIC ini akan dapat membantu generasi muda di Indonesia menghadapi perubahan ini. Terkait dengan turut aktifnya UNS pada event ini adalah karena dirinya percaya bahwa kota Solo juga mampu menghadirkan pencipta-pencipta baru di bidang aplikasi mobile. Terlebih lagi karena salah satu pemenang dari IWIC sebelumnya ada yang berasal dari kota Solo.

 

Perwakilan dari UNS dan Indosat sangat optimis bahwa kota Solo memiliki bibit-bibit muda yang kreatif dan hebat yang berpotensi untuk dapat menciptakan aplikasi mobile yang dapat mengatasi masalah umum.

Hal tersebut juga disambut oleh Wahyu Wijanarko selaku Sales Area Manager Indosat di Solo. Dirinya ingin memacu semangat para calon inovator dari kota Solo dengan memberikan insentif penyemangat untuk mahasiswa kota Solo terutama yang berasal dari kampus UNS dengan memberikan internet gratis dengan kuota 30GB per bulan jika ada yang berhasil terpilih sebagai pemenang IWIC!

Ini sejalan dengan visi dan misi Indosat yang menurut Susilo Tri Rachmawati yang merupakan Marketing Communication Indosat bahwa IWIC adalah salah satu program CSR Indosat yang berfokus pada dunia pendidikan dengan pilar edukasi dan inovasi bagi pelajar dan mahasiswa pada umumnya. Serta untuk mendorong masyarakat demi memperoleh manfaat dari dunia digital dan telekomunikasi serta memberikan manfaat. Untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik untuk semua.Untuk membawa Indonesia Digital Nation ke Panggung Dunia!

Pengguna internet di Indonesia pada 2014 sebanyak 72 juta, dan 69 jutanya adalah pengguna Facebook. Orang Indonesia online rata-rata 5 jam per hari. Pada tahun 2018 akan ada 100 juta pengguna internet. 68% orang Indonesia yang mengakses internet melalui smartphone. Sehingga bisa dibilang Indonesia adalah Raksasa Digital berikutnya.

Menurut data hasil riset, pengguna mobile di Indonesia bertambah pesat dan kebanyakan bandwith yang digunakan adalah untuk mengakses aplikasi foto dan video.

Untuk itu, demi mempersiapkan Indonesia untuk menjadi raksasa digital berikut, Adrianus Yoza Aprilio yang merupakan CIO dari Dicoding berbagi pengalaman di depan para peserta yang sangat antusias. Menurutnya Apps seputar video seperti YouTube dan Netflix memakan sebagian besar bandwith dari internet di Indonesia. Dunia sudah berubah di mana perusahaan-perusahaan terdepan di dunia saat ini adalah perusahaan baru yang bergerak di bidang teknologi.

Termasuk di Indonesia di mana para orang terkaya di Indonesia juga memiliki bisnis di perusahaan teknologi. Indonesia adalah negara paling cepat pertumbuhan internetnya, di mana Indonesia adalah peringkat ke-4 sebagai pengguna smartphone terbanyak. Ada 106 juta orang yang memiliki nomor unik, atau 41% dari populasi mobile.

Namun, apps yang paling banyak digunakan di Indonesia kebanyakan dari luar negeri. Namun ada harapan, karena game Tahu Bulat bisa mendobrak dominasi apps asing tersebut. Di mana penghasilan per bulannya sudah bisa mencapai milyaran rupiah.

Caranya bagaimana?

  1. Visi.
  2. Cari tim.
  3. Cari masalah.
  4. Cari solusinya.
  5. Gunakan teknologi.

Programming itu dapat meringankan masalah. Jangan takut dengan coding. Jangan sampai kalah sama anak-anak SMK yang sekarang juga sudah banyak memberikan kontribusi.” ujar Adrianus.

Lalu ia menambahkan, “Harus bersiap dan menunggu ketika kesempatan itu datang, lakukan semuanya dengan serius. Work hard, Play hard, Learn harder. Go innovate yourself. Yang penting buat dulu aplikasinya, karena setelah itu ada banyak langkah agar dapat membantu. Salah satunya adalah IWIC 10.”.

Imajinasi lebih penting daripada pengetahuan.” tutupnya.

Para pembicara yang berbagi pengetahuan, dari kiri ke kanan: Adrianus Yoza Aprillio (Dicoding), Wahyu Wijanarko (Indosat), Sandy Colondam (pemenang IWIC 6x), dan Tety Sianipar (Kerjabilitas).

Pada IWIC 10 kali ini, terdapat kategori baru yaitu kategori Disabilitas. Tety Sianipar selaku CTO dari Kerjabilitas.com menjelaskan bahwa Disabilitas adalah hambatan fisik yang berujung kepada hambatan sosial. Lebih dari 35,6 juta orang Indonesia adalah disabilitas, di mana 20 juta di antaranya berada pada usia produktif.

Masalah yang ada pada orang-orang disabilitas adalah tidak terteranya kemampuan yang dimilikinya pada CV yang diberikan ke perusahaan. Sebanyak 20% dari orang yang disabilitas tidak bisa bersekolah. Disabilitas adalah bagian dari keberagaman bukan kecacatan. Banyak juga orang disabilitas yang tidak terlihat. Sehingga dengan adanya IWIC, besar harapannya di mana orang-orang Disabilitas ini juga bisa mengekspresikan diri mereka. Jadikan teknologi sebagai enabler, membuat yang tidak bisa menjadi bisa.

Sebagai penutup dari roadshow IWIC 10 di Solo ini, Sandy Colondam sebagai seseorang yang sudah pernah memenangkan IWIC sebanyak 6x berturut-turut turut berbagi pengalaman dan tips kepada para peserta bagaimana agar dapat membuat aplikasi mobile yang baik (terutama yang bisa memenangkan IWIC).

Cara membuat ide (yang bisa menang di IWIC):

  1. Latar belakang masalah bisa menjadi ide. Menemukan ide yang unik sebenarnya susah, karena kebanyakan masalah yang ada sudah ada solusinya (dalam bentuk apps). Cara agar dapat mendapatkan masalah yang unik adalah dengan melihat objek awalnya. Misalnya mencari masalah saat menonton film, objek masalah yang di dapat adalah ‘kebelet pipis’. Untuk itu, muncul ide untuk membuat aplikasi yang akan memberitahu waktu-waktu yang tepat untuk pergi ke toilet saat menonton film tersebut.
  2. Kirim aplikasi sebanyak-banyaknya (cari ide sebanyak-banyaknya).
  3. Tulis ide yang didapat. Bikin ide dulu. Jangan sia-siakan masa muda, karena dunia di luar sana sangat ganas. IWIC bukan sembarang kompetisi, IWIC adalah alasan untuk mengembangkan ide. Itulah kenapa harus membuat ide sebanyak-banyaknya. Karena IWIC memacu diri kita untuk memberikan ide yang terbaik.
  4. Yang penting bermanfaat (tidak perlu unik).
  5. Bikin konsep proposal. Yaitu Latar belakang masalah, Tujuan aplikasi, solusi, kenapa ide kamu beda, market share, dan business model.
  6. Jangan terlalu rumit.

Para pemenang dalam kategori ide dan aplikasi yaitu Soekma Pedi Mahaendra yang menampilkan aplikasi miliknya yang berjudul Sewaa.id yang berupa aplikasi penghubung antara penyewa dan pemilik benda/jasa yang disewakan. Serta Niko Ardanisatya yang memiliki ide untuk membuat aplikasi marketplace untuk para penjual asongan/jalanan yang kesulitan dalam menjual dagangannya.

Indosat Ooredoo mengajak pemuda Indonesia dan pemuda di belahan dunia lain untuk menciptakan ide dan aplikasi agar Indonesia bahkan dunia yang lebih baik. Melalui ajang IWIC ke-10 ini, diharapkan talenta digital Indonesia bisa sejajar dengan pemain Internasional dan menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya sebagai negara pengguna namun juga pembuat aplikasi mobile yang siap bersaing di kancah Internasional.

Untuk info lebih lanjut, kunjungi https://iwic.indosatooredoo.com/en/

 


You may also like:

Ingin Buat Aplikasi yang Mendunia? Buatlah Sosial Media!

Pengumuman IWIC 10

Daftar Lengkap Pemenang IWIC 10 2016

Catatan IWIC 10: Gudang Inventory Beragam Produk Digital
comments powered by Disqus
BBM Widget

PIN : C001D0134

Most Popular
Hot Reviews
Publication
© 2012-2017 CHIP ONLINE. PT Prima Info Sarana. All Rights Reserved. | About CHIP | Privacy Policy