01 November 2016 | 7186 view(s)
Bootcamp IWIC 10: Berbagai Tips Sukses dari Founder Startup

Penulis : Nur Hasanah

CHIP.co.id - Sebelum memasuki tahap penjurian, hari ini (1/11) para peserta IWIC mendapatkan insight dari beberapa founder founder startup yang telah sukses mengenai bagaimana membuat dan membangun aplikasi atau startup yang sukses. Untuk kategori Mahasiswa, sesi bootcamp diawali dengan presentasi dari Calvin Kizana, pencipta aplikasi editing foto, PicMix.

Pada awal presentasinya, Calvin juga menjelaskan perjalanannya dari memimpin perusahaan jasa teknologi dalam membuat software maupun aplikasi, dan game untuk orang lain. Hingga akhirnya keluar dari zona nyaman, ingin sukses membangun startup dengan membuat produk sendiri. Usahanya dalam membangun Picmix tak semulus seperti yang ia bayangkan.

Selain menceritakan awal perjuangan membangun Picmix, Calvin juga memaparkan suka duka dalam membangun startup. Meski sempat gagal saat mengantarkan idenya ke 7 venture capital dan sempat kehilangan passion karena tidak memiliki selling point. Namun ia tetap berusaha dan yakin akan sukses. Kepada peserta bootcamp, Calvin menjelaskan berbagai tips sukses dalam membangun startup, diantaranya adalah jangan sombong saat memiliki ide bagus, jangan takut gagal, dan selalu percaya kalau kita bisa. "Gali skill dulu, baru passion. Kalau gagal, terus ulangi lagi dan terus bereksperimen," imbuh Calvin.

Calvin juga menyarankan untuk membaca beberapa buku bagus untuk membantu melakukan viral marketing seperti "Start With Why" juga buku tentang startegi, seperti "The Art of Why". Tak cukup hanya di situ. "Untuk aplikasi yang sudah ada, kita harus menambahkan beberapa fitur baru, dan terus mencari sesuatu yang baru," jelas Calvin.

Selain Calvin Kizana, acara bootcamp IWIC 10 juga mendatangkan Narenda Wicaksono, founder Dicoding Indonesia. Naren membuka presentasinya dengan menceritakan tentang awal perjalanannya dari hobi coding, bergabung dengan perusahaan IT ternama, hingga mewujudkan impian terbesarnya untuk membangun startup sendiri yang mengumpulkan para developer pemula bernama Dicode. Naren juga memberikan tips bagaimana seorang developer baru tentang apa saja yang dilakukan untuk menciptakan sebuah produk, diantaranya buatlah sesuatu untuk masalah yang spesifik dan jangan mengcopy aplikasi yang sudah ada.

Di ruangan yang berbeda, tepatnya untuk peserta kategori Kids dan Teen, boot camp IWIC 10 dibuka oleh Vera Itabiliana, Phisicolog anak dan remaja dari LPTUI . Vera mengisi acara ini di awali dengan sesi perkenalan, mengenali poteitensi diri dan masing-masing peserta, ada pula latihan relaksasi sebelum penjurian.

Sesi bootcamp kedua kategori ini dibawakan oleh Shaquille Shiddiq Priata, pemenang kompetisi IWIC 9 tahun 2015 untuk kategori Teen  dengan aplikasinya yang membantu mengasah daya ingat. Menurut lelaki yang baru duduk dibangku kelas 3 SMP ini, dalam membuat ide, harus kompetitif dan inovatif yang bisa menarik perhatian. Untuk itu, lakukan apa saja untuk membangun ide yang telah kita buat, serta terus belajar dari kritik dan kesalahan.

Selain itu, Shaquille juga memberikan tips sukses untuk anak-anak seusianya, yakni ketahui dan lakukan apa yang kamu suka, teruslah bermimpi besar, buatlah tujuan dan buatlah sesuatu untuk kehidupan atau dunia. "Ikuti kata hati, jangan melakukan untuk orang lain." tutupnya.

Sesi bootcamp untuk kategori Kids & Teen selanjutnya, diisi oleh Dewi Ningrum, dari ICT Watch yang berbagi informasi tentang Internet sehat, yakni bagaimana memanfaatkan internet dengan bermanfaat dan bertanggung jawab, serta dengan sehat dan aman.


You may also like:

Ingin Buat Aplikasi yang Mendunia? Buatlah Sosial Media!

Pengumuman IWIC 10

Inilah Para Pemenang IWIC 10 di Tahun 2016 Ini!

Jumlah Proposal Untuk IWIC 10 Tahun Ini Kembali Melampaui Target
comments powered by Disqus
BBM Widget

PIN : C001D0134

Most Popular
Hot Reviews
Publication
© 2012-2017 CHIP ONLINE. PT Prima Info Sarana. All Rights Reserved. | About CHIP | Privacy Policy