Advertisement
You are Here : Home > News > Startups Events & Community
27 October 2016 | 2347 view(s)
LinkedIn: Pengembangan Bisnis dengan Pemanfaatan Jaringan Profesional

Penulis : Nur Hasanah

CHIP.co.id - Saat ini populasi Indonesia didominasi oleh penduduk usia muda dan produktif. Ini adalah modal terbesar suatu bangsa untuk mendorong pertumbuhan negara  - salah satunya adalah pertumbuhan ekonomi yang sudah mulai didorong entrepreneurship di bidang industri kreatif serta digital. Namun, Indonesia masih kekurangan entrepreneur muda yang saat ini hanya ada 1,65% dari total populasi penduduk Indonesia.

Melihat kondisi tersebut, LinkedIn bersama dengan Komite Inovasi dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, serta dua entrepreneur muda dari Indonesia yang sukses mengembangkan bisnis digital dan konvensional mereka, mengadakan seminar yang mengangkat peran digital untuk mencetak entrepreneur dan membantu mereka mewujudkan ide serta berinovasi demi melahirkan kesempatan ekonomi yang lebih luas.

Dalam ulasannya, Danny D. Kosasih Vice President Innovation Committee of KADIN bercerita mengenai peluang dan tantangan yang menghadang para entrepreneur dan calon entrepreneur di Indonesia. Menurutnya, tantangan utama yang dihadapi para entrepreneur di Indonesia, yakni tantangan dari sisi budaya dan pola pikir. Untuk itu ia mengajak para inovator di Indonesia agar berani berkomitmen dan mengambil risiko dalam mengubah ide menjadi bisnis.

Usaha konkret yang dilakukan antara lain dengan konsultasi dan pelatihan pola pikir guna memahami apa kebutuhan di pasar, lalu munculkan serta mengasah ide untuk menjawab kebutuhan tersebut dan kemudian menjadikannya kesempatan ekonomi. Ditambah dengan kemajuan teknologi yang semakin mempermudah para entrepreneur untuk saling terkoneksi baik dengan sesama entrepreneur, mitra, hingga profesional di bidang lain dari seluruh dunia berkat platform digital seperti LinkedIn.

Sementara itu, berinteraksi dan membangun jaringan profesional secara offline maupun onlie adalah salah satu cara yang dimanfaatkan Sammy Ramdhan, Co-Founder and CEO of GoersApp untuk menemukan mitra-mitra yang memiliki kesamaan visi, misi dan nilai. Sammy menyadari pentingnya membangun personal branduntuk kredibilitas. Salah satu kanal yang dimanfaatkan adalah LinkedIn.

Hal kedua yang menjadi esensi dari pemanfaatan jaringan profesiona ladalah validasi ide. Sammy melakukan validasi ide melalui survei, baik secara grup maupun interaksi personal secara offline maupun online. Hasil survei ini dijadikan landasan Sammy dalam mengembangkan produk, layanan, hingga operasional bisnisnya. Bahkan tidak jarang Sammy berhubungan langsung dengan Venture Capital (penanam modal) serta pimpinan perusahaan dari dalam dan luar negeri untuk membahas pengembangan ide inovasi bisnisnya lebih lanjut.

Esensi terakhir adalah memantapkan langkah awal sebagai entrepreneur. Dalam memulai langkah serta memantapkan langkah awal ini, Sammy merasa perlu berada di ekosistem yang tepat dan tentunya memperluas jaringan sehingga belajar lebih. Sammy percaya bahwa membangun jaringan dan aktifberinteraksi di dalam jaringan profesional membantunya untuk memantapkan ide inovasi demi pengembangan bisnis untuk membuka kesempatan ekonomi yang lebih luas.

Pada kesempatan yang sama, Merrie Elizabeth, Founder and Business Development at BloBar, berbagi cerita tentang beberapa tantangan yang dialami oleh nya ketika berubah haluan menjadi seorang entrepreneur, yakni transformasi dari karyawan kantormenjadi entrepreneur, beradaptasi dan belajar mengubah pola pikir sebagai seorang entrepreneur, dan branding untuk pengembangan bisnis.

Dalam mempromosikan nilai-nilai keunikan dari BloBar, Merrie memanfaatkan media sosial digital untuk menjangkau para pelanggannya. usaha branding tersebut, menjadi salah satu hal yang sukses menghantarkan dirinya masuk ke dalam daftar bergengsi Forbes “30 Under 30 Asia”.

Merrie pun menyadari bahwa untuk meningkatkan kredibilitasnya sebagai seorang professional dan pebisnis, dia harus membangun personalbranding. Merrie membangun professional branding di LinkedIn dan aktif berinteraksi melalui platform tersebut.


You may also like:

19 Tips Sukses Mencari Kerja

LinkedIn Dicaplok Microsoft Bernilai Fantastis

Perhatikan Hal Ini Saat Melamar Pekerjaan!

Waspada! LinkedIn Dibajak
comments powered by Disqus
BBM Widget

PIN : C001D0134

Most Popular
Publication
© 2012-2017 CHIP ONLINE. PT Prima Info Sarana. All Rights Reserved. | About CHIP | Privacy Policy