You are Here : Home > News > Technology Editorial
13 January 2016 | 9669 view(s)
Tahun 2016, Tahun yang Berat Buat Teknologi

Penulis : Kama Adritya

CHIP.co.id - Di awal tahun 2016 ini telah diselenggarakan acara terbesar di bidang teknologi dunia, yaitu Consumer Electronics Show (CES). Dari sana bisa dilihat arah berkembangnya teknologi dunia. Namun, di saat yang bersamaan telah dilakukan survey yang dilakukan oleh Accenture terkait teknologi. Menurut survey tersebut, hasilnya kurang menggembirakan.

Meskipun di CES 2016 lalu, ada beberapa teknologi yang cukup menjanjikan seperti virtual reality, smart home, wearable devices, smart car, sampai dengan robot. Namun, ternyata menurut survey yang dilakukan di 28 negara di dunia, tingkat penyerapan teknologi tersebut di tangan konsumer akan menurun di tahun 2016 ini.

Menurut temuan dari Accenture, para konsumen tidak terlalu tertarik untuk membeli teknologi baru yang ditawarkan tahun ini. Minat tersebut turun jika dibandingkan dengan 12 bulan yang lalu. Bukan hanya karena pasar sudah mencapai titik kejenuhan saja, namun juga akibat melambatnya tingkat inovasi teknologi itu sendiri.

Sebagai contoh: Smartphone adalah salah satu bentuk teknologi yang paling pesat pertumbuhannya dan teknologi yang paling personal terhadap para penggunanya. Tetapi, smartphone yang akan dirilis tahun ini walaupun mengusung teknologi yang lebih baik daripada dua tahun yang lalu sekalipun, masih kurang memiliki feature tambahan baru yang dapat membuat orang ingin mengganti smartphone lamanya dan membeli yang baru. Teknologi fingerprint, baterai yang lebih awet, sampai dengan bandwith komunikasi yang lebih baik masih dianggap kurang 'seksi' untuk dapat menggoda orang mengganti yang lama. 52 % dari pengguna smartphone saat ini menyatakan bahwa mereka sudah cukup puas dengan device yang mereka miliki saat ini dan tidak merasa perlu menggantinya ke yang baru.

Hal yang senada juga diungkapkan oleh para pengguna produk teknologi lainnya seperti laptop, tablet, dan televisi. Di mana rata-rata minat untuk membeli produk baru tahun ini turun sebesar 6 sampai 9%. Dengan jumlah konsumer yang tidak berminat membeli produk baru sampai dengan 70%. Bahkan teknologi 4K yang akan banyak diusung di tahun ini pun tidak terlalu banyak menggoda orang untuk beralih dari Full HD.

Bagaimana dengan teknologi yang masih tergolong baru seperti wearable devices? Meskipun mencatat kenaikan minat dibandingkan dengan tahun lalu, namun jumlah angkanya juga tidak menggembirakan. Seperti misalnya smartwatch yang membukukan angka kenaikan minat sebesar 1%, namun hanya berhasil membukukan total minat sebesar 13% saja. Begitu pula dengan wearable device lainnya seperti fitness track yang diperoleh angka yang sama. Kebanyakan orang masih menganggap para perangkat Internet of Things/Everything ini masih belum begitu diperlukan dan masih hanya sebagai produk gengsi semata karena harganya yang masih tergolong tinggi.

Sementara, produk Internet of Things/Everything lainnya seperti smart home juga mengalami nasib yang sama. Di mana orang masih menganggap hal tersebut hanyalah teknologi untuk film science fiction semata. Meskipun pada CES 2016 lalu, ada beberapa teknologi smarthome yang menjanjikan, namun implementasinya mungkin tidak pada tahun ini.

Semoga perlambatan laju teknologi ini bisa berubah di paruh kedua tahun 2016 ini. Karena semua hal yang menjanjikan di CES 2016 lalu, kemungkinan besar sudah mulai masuk di pasar dan semoga hal tersebut bisa memicu minat orang terhadap teknologi baru lagi.

Sumber infografis dari Statista


Tags : #survey
You may also like:

Menurut Ericsson, Konsumen Ingin Satu Langkah Solusi Saat Belanja

Bekerja Secara Mobile Dukung Produktivitas dan Kreativitas Karyawan

Hasil Laporan Ericsson Menunjukkan Pengguna Mobile Indonesia Meningkat

Lewati Apple, Oppo Dinyatakan Paling Laku di Tiongkok
comments powered by Disqus
BBM Widget

PIN : C001D0134

Most Popular
Hot Reviews
Publication
© 2012-2017 CHIP ONLINE. PT Prima Info Sarana. All Rights Reserved. | About CHIP | Privacy Policy