29 August 2016 | 2959 view(s)
Dari Parisj van Java ke Bandung Technopolis

Penulis : Rakhmat Koes

CHIP.co.id - Bandung sebagai ibu kota Priangan, dikenal juga sebagai kota kembang yang pada zaman dahulu kala dijuluki sebagai Parisj van Java. Kota yang sejuk ini, telah banyak melahirkan pemimpin-pemimpin kaliber dunia, tidak terkecuali tokoh-tokoh di bidang IT. Boleh jadi, karena sejarah itulah Kota Bandung kini tengah berbenah diri menjadi Kota Cerdas.


Pada ajang Asia Africa Smart City Summit (AASCS) yang dilaksanakan di Kota Bandung, para walikota dari negara-negara Asia dan Afrika berkumpul untuk membahas pentingnya Kota Cerdas bagi warganya. Sebanyak tiga puluh walikota dari Indonesia, dan tiga puluh walikota dari perwakilan negara-negara di Asia dan Afrika tersebut, duduk bersama guna mencari solusi tentang pemanfaatan dan penerapan teknologi di kota masing-masing. Di penguhujung acara, General Chairman Asia Africa Smart City Summit (AASCS) 2015, Prof. Suhono H. Supangkat, membacakan deklarasi Bandung atas Smart City.

Jauh sebelum diselengarakannya AASCS, walikota Bandung, Ridwan Kamil tengah mempersiapkan konsep untuk Bandung menjadi Kota Cerdas. Bagi Ridwan Kami, Kota Cerdas adalah kota yang aman dari segala ancaman kriminal dan bencana yang berpotensial. Dengan begitu, Bandung akan menjadikan kota yang menyenangkan untuk hidup, bekerja, dan menjadi destinasi yang nyaman untuk dikunjungi. Dalam pertemuan di Trans Luxury Hotel, Bandung, Ridwan Kamil mengatakan kepada CHIP, bahwa tujuan Kota Cerdas adalah untuk membuat semua menjadi efisien, mudah untuk dikomuteri, dan luwes untuk dikembangkan.
 

Desain Kota Cerdas Masa Depan

Walikota Bandung, Ridwan Kami, akrab disapa Kang Emil tersebut, belum lama ini memaparkan konsep pembangunan Kota Cerdas masa depan, Bandung Technopolis kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dan beberapa menteri terkait. Konsep Bandung Technopolis yang digagas Ridwan Kamil tersebut, sedianya akan berdiri di kawasan terpadu Gedebage, Bandung Timur.

Saat ditemui CHIP di sela-sela workshop The New Wealth of Nation, Data and Information, Security and freedom yang diseleng-garakan oleh CSIS dan Sesparlu, Ridwan Kamil menyampaikan, bahwa ke depannya Kota Bandung akan menjadi tempat yang nyaman untuk hidup, bekerja, dan menjadi destinasi yang nyaman dikunjungi, serta memiliki pemerintahan dan ruang publik yang berbasis ICT Global. Secara desain yang ditawarkan oleh Ridwan Kamil, Bandung Technopolis tersebut, nantinya akan menjadi ka-wasan Kota Cerdas, di mana pusat industri (Central Business Distric), pemukiman, ruang rekreasi publik, pusat perbelanjaan, dan pusat pendidikan berbasis IT terpusat.

Sebelum memperkenalkan konsep Bandung Technopolis, Ridwan Kamil telah lebih dahulu merealisasikan konsep Bandung Smart City yang telah berjalan dilingkungan Pemerintah Kota Bandung. "Saat ini, bahkan dari tahun 2013 lalu, saya sudah menghimbau kepada setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), untuk dapat berinteraksi dengan warga melalui media sosial. Dengan demikian, progres setiap laporan dan keluhan warga Bandung dapat langsung ditangani. Atau, setidaknya segera direspon leh SKPD terkait. Dengan begitu, saya pun dapat memantaunya melalui media sosial tersebut." Pungkas Walikota Bandung, Ridwan Kamil yang belum lama ini meraih Social Media Award dari Mediawave.
 


Editor : Nur Hasanah

page 1 of 3
View as A Single Page
Bandung Command Center
You may also like:

ISCF 2016 @ Bandung

Hibah Aplikasi untuk Mendukung Smart City di Indonesia

ISCF 2016: Kurangi Kompetisi, Perbanyak Kolaborasi!

4 Tahap Awal Memulai Rancang Kota Cerdas
comments powered by Disqus
BBM Widget

PIN : C001D0134

Most Popular
Hot Reviews
Publication
© 2012-2017 CHIP ONLINE. PT Prima Info Sarana. All Rights Reserved. | About CHIP | Privacy Policy