26 September 2016 | 4089 view(s)
Rotator dan Cardboard Orbit 360 Disuntik Rp 750 Juta

Penulis : Andra Nuryadi

CHIP.co.id- Maunya membuat kenyataan bahwa memotret putar alias 360 bukan saja hanya bisa dilakukan oleh kaum berduit atau penggemar fotografi. Bahwa menggunakan kamera biasa pun sebenarnya bisa dilakukan. Sudah banyak tersedia aplikasi, bahwa beberapa smartphone dengan mode panorama sebenarnya dibuat untuk mengajak pengguna mampu memotret 360 derajat.

Memotret 360 adalah modal konten fitur Virtual Reality (VR) yang oleh beberapa vendor telah disediakan. Sebut saja Lenovo dan Samsung yang malah telah menjual beberapa seri dengan bonus kacamata VR.

Dan, impian itu jadi kenyataan berkat maker asal Hong Kong bernama I AM Cardboard. Maker ini lahir gara-gara Google mengembangkan cardboard  saat berlangsung Google I/O pada 2014 silam. Maka sejak itu perusahaan kecil-kecilan ini memproduksi bermacam cardboard dengan harga mulai 10 dolar. Semuanya tentu terbuat dari bahan karton. Selanjutnya berkembang dengan membuat model kacamata V dari bahan plastik yang dijuluki DSCVR.

Orbit 360 dilengkapi bracket/mounting untuk smartphone.

 

Persoalannya  perusahaan ini hanya melulu membuat alat bantu lihat. Padahal yang dibutuhkan oleh konsumen juga membuat foto atau video. Juni tahun silam terpikirlah untuk mengembangkan produk, khususnya alat bantu melakukan pengambilan gambar. Perangkat ambil gambarnya sendiri tetap menggunakan smartphone.

I AM Cardboard menyadari tak mudah mengambil gambar dengan menggunakan kedua tangan. Selain seringkali sulit karena gerakan dan kecepatan tak stabil, kadang tangan juga gemetaran. Jalan keluarnya adalah dengan menggunakan semacam bracket yang berfungsi sebagai rotator (berputar). Smartphone tinggal dicengkeramkan ke bracket, kemudian ambil posisi atau angle yang sesuai dengan sudut bidik melingkar. Setelah siap, biarkan rotator bekerja, kamera merekam. Agar dapat dikontrol, pengguna dibekali dengan remote control untuk mengatur kecepatan (sudut horisontal) dan sudut vertikal.

Smartphone bisa dijepitkan posisi vertikal atau horisontal.

 

Alat itu kemudian diberi nama Orbit 360 yang hanya mampu membopong satu smartphone. Dudukan untuk smartphone dapat digunakan untuk posisi ambil gambar vertikal maupun horisontal. Selain itu hanya dapat digunakan untuk smartphone maksimal memiliki layar 6 inci. Orbit 360 dapat diletakkan di meja atau media datar, bisa pula ditaruh di atas tripod.

Untuk lebih memudahkan pemakaian, I AM Cardboard juga telah menyiapkan aplikasi pengambilan gambar bernama DSCVR. Aplikasi ini bakal tersedia di Apps Store maupun Play Store. Aplikasi DSCVR juga dilengkapi fitur untuk editing, melihat/mereview pun men-share ke pengguna lain.

Hasil foto menggunakan aplikasi DSCVR.

 

Sejak ikut promosi di Kickstarter pada Agustus silam, I AM Cardboard telah memperoleh biaya mencapai sekitar Rp 750 juta. Padahal maker ini hanya memerlukan biaya sebesar Rp 264 juta saja untuk produksi sebelum dibuat secara massal. Sebanyak 1.043 backer alias donatur melihat prospeknya perangkat ini. Dengan kata lain, perolehan investasi untuk proyek ini saja telah menembus 285 persen.

Untuk menawarkan proyek ini kepada donatur, I AM Cardboard menyiapkan beberapa paket. Sementara Orbit 360 sendiri tersedia mulai paket seharga 80 dolar. Sedangkan paket termurah sebesar 5 dolar yang hanya memperoleh kacamata VR Pocket 360.

Kacamata VR Pocket 360.

 

Oktober 2016, I AM Cardboard telah menyiapkan proses produksi seluruh perangkat buatannya. November seluruh pemesan alias donatur (backer) sudah bisa menggunakan dan menikmati sajian foto dan video 360 lewat smartphone. (*)

 

 

 


You may also like:

Tentang Virtual Reality

Review: Lenovo Vibe K5 Plus

Kini Semua Bisa Beli Microsoft Hololens Jika Memenuhi 3 Syarat Ini

Samsung Sempurnakan Gear VR Miliknya
comments powered by Disqus
BBM Widget

PIN : C001D0134

Most Popular
Hot Reviews
Publication
© 2012-2017 CHIP ONLINE. PT Prima Info Sarana. All Rights Reserved. | About CHIP | Privacy Policy