11 July 2016 | 15789 view(s)
Merakit PC Andalan

Penulis : Nur Hasanah

CHIP.co.id - Saat ini adalah saat yang tepat untuk membeli PC baru. Sistem Skylake memiliki kekuatan untuk mendukung kebutuhan di masa depan. Itu sebabnya sistem ini memiliki fitur berumur panjang, USB 3.1 dan M.2/PCIe, selain interface tua USB 2.0 atau SATA.

Ketika PC harus memiliki data benchmark yang mengesankan dan tekanan harga yang tinggi, pengguna dengan pe­ngetahuan lebih banyak, dapat mem­bangun kombinasi seimbang dengan komponen kelas atas. Sebagai tambahan, pengetahuan yang didapat akan membantu ketika ingin melakukan upgrade dan reparasi. Jangan lupa juga, Windows yang diinstal dengan baik akan berjalan lebih cepat dan stabil, dibandingkan versi yang disertakan pada PC set yang di­jual pabrikan, karena berisi banyak crapware dan versi test.

Sebelum mulai merakit komputer, tentu saja komponennya harus dibeli terlebih dahulu. Pada tabel di atas, CHIP te­lah mengompilasi beberapa saran untuk memilih komponen PC berdasarkan hasil tes dan pengalaman. Untuk setiap komponen, CHIP juga menyediakan alternatif lebih murah atau lebih mahal, terutama untuk PC entry level dan high-end.

Semua yang ada di atas, tentu saja bisa ditukar pasang. Oleh karena itu, Anda dapat saja kemudian meng-upgrade PC entry level dengan CPU i5 atau i7, serta mengkombinasi komponen kelas menengah (CPU, mainboard, RAM) de­ngan SSD, casing dan power adaptor di kelas entry level demi menghemat uang. Anda memiliki pilihan untuk menggunakan lebih banyak komponen dibandingkan kelengkapan dasar, misalnya lisensi Windows, bila Anda tidak bisa memindahkannya dari sistem lama, hard drive yang lebih besar, atau DVD drive.

1. Memilih komponen
PC yang siap untuk masa depan memerlukan CPU yang terbaru. Saat ini pilihannya ada pada platform Intel Skylake dan Haswell-E, di mana pilihan terakhir di­rekomendasikan untuk enthusiast, karena harganya yang tinggi dan pendinginan yang lambat. Skylake memberikan pilihan yang banyak, mulai dari Pentium dua core G4520 untuk kantor, dan pekerjaan melibatkan Internet, ada juga i5-6600 yang serba bisa untuk aplikasi multi­media, hingga i7-6700k yang siap di-overclock dengan daya tambahan untuk mengedit video yang berat dan game terbaru.

CPU retail memiliki pendingin yang cukup memadai. Namun, hal ini tidak ada pada tipe “k" – Anda perlu membeli pendingin terpisah yang lebih kuat dan tidak berisik, setidaknya bila dibandingkan dengan milik Intel.
Pilihlah mainboard yang cocok untuk CPU Anda. Untuk mid-range dan high-end, mainboard yang tepat adalah chipset Intel-Z170, interface yang penting (M.2 PCIe, USB 3.1), kemampuan overclock untuk prosesor “k”, dan empat slot RAM. Mainboard yang lebih mahal menawarkan lebih banyak koneksi dan tambahan, seperti WLAN yang terintegrasi. Sedangkan mainboard dengan chipset paling sederhana, H110 dan M.2, tanpa pilihan overclock dan hanya dua slot RAM cocok untuk CPU entry level. Namun, pilihan ini juga memberikan fleksibilitas untuk upgrade di masa depan. Semua mainboard yang CHIP sarankan menggunakan RAM DDR4-2133 modern.

Pada DDR4, masalah kompatibilitas antara RAM dan mainboard sangat jarang terjadi. Namun, bila Anda ingin bermain aman, masukkan jenis mainboard Anda ke dalam pencarian memory di website pabrikan besar, seperti ADATA, Corsair, Crucial atau Kingston, dan temukan module yang cocok untuk digunakan di sana. Bila Anda ingin menggunakan integrated graphics processor untuk aplikasi 3D yang tidak berat (tanpa memasang graphics card), Anda sebaiknya memilih modul dengan ukuran yang sama, supaya bisa mendapatkan keuntungan dari dual-channel. Ketika menjalankan operasi 2D murni atau dengan tambahan graphics card, sebaiknya Anda menggunakan satu buah RAM. Untuk sistem pemula, komponen ini sebaiknya 8 GB dengan RAM 16 GB agar lebih tahan lama.

Menggunakan RAM berukuran besar, sudah pasti butuh lebih banyak biaya. Untuk SSD, model SATA, dengan 256 atau 512 GB menawarkan nilai terbaik untuk uang yang Anda keluarkan. Bila Anda ingin menggunakan teknologi terbaru, gunakan M.2 SSD dengan teknologi NVMe yang cepat – namun, keuntungan kecepatannya jarang terlihat ketika digunakan.
Sedangkan untuk casing dan power adaptor, perhatikan kualitas dan kekokohannya (masa garansi!). Sebab, akan sangat mengesalkan bila komponen mahal menjadi rusak, karena cacat dari power supply murah atau casing berkualitas rendah.

2. Memasang mainboard
Persiapkan casing, buka kedua penutupnya, dan siapkan semua bagian pendukungnya, seperti baut, drive rail, dan peng­ikat kabel. Letakkan di sisi kanan bila dilihat dari depan. Pada casing Sharkoon, masukkan baut kuningan spacer ke dalam lubang di pelat dasar (untuk Asus Z170-P) ke dalam enam dari sembilan lubang di bagian belakang – tiga lubang dekat bagian depan PC biarkan kosong. Cara ini untuk memberikan jarak di bagian dasar.

Sebelum mengeluarkan mainboard dari pelindung anti-static, pegang radiator atau pipa air untuk memberikan grounding ke diri Anda, dan sebisa mungkin pegang papan di ujung pojokan saja (berlaku juga untuk RAM dan CPU). Pertama, untuk kepentingan pengetesan, letak­kan slot bracket di bagian panel belakang mainboard – dengan begitu, Anda akan menemukan perlu membengkokkan bracket sedikit ke atas mainboard, supaya port dapat pas. Kemudian, jepit slot bracket ke dalam celah yang tepat (tentu saja, dengan bracket mengarah ke dalam), jajarkan port mainboard, dan letakkan di pelat dasar.
Untuk menjajarkan lubang mainboard ke thread, gerakkan papan ke arah slot brac­ket. Sebelum menguncinya dengan baut, periksa sekali lagi apakah semua koneksi mainboard melalui lubang slot brac­ket.

3. Memasang CPU dan pendingin
Lepaskan tuas pengunci socket CPU di mainboard, buka penutupnya, dan angkat pelindung yang melindungi pin di soket tersebut. Jajarkan tanda di CPU sesuai dengan yang ada di mainboard (pada Asus Z170-P, tanda segitiga di CPU harus mengarah ke tanda lingkaran di mainboard) – kemudian, CPU harus masuk dengan pas ke dalam soket dan semua bagian harus rata. Setelah itu, tutup pelindungnya dan kunci seperti awal.

Bila Anda memiliki CPU dengan pendingin retail, jajarkan ia dengan CPU sehingga kabel powernya bisa mencapai konektor berlabel “CPU fan” di mainboard. Lepaskan penutup pendingin, letakkan di atas CPU, dan tekan empat penguncinya ke bawah melalui lubang mainboard hingga terkunci. Memasang pendingin terpisah jauh lebih sulit, karena ia kompatibel dengan socket yang beragam. Pada EKL Alpenfohn Brocken Eco yang kami gunakan, pertama tempatkan backplate dengan sekrup yang disediakan di belakang mainboard. Kepala sekrup di belakang mainboard harus pas ke dalam celah backplate. Dari depan, pasang empat penjepit dan dua penopang. Berikan sedikit heat paste (yang disertakan dengan pendingin) pada CPU. Lepaskan lapisan pelindung dari permukaan yang nantinya bersentuhan dan pasang ke CPU. Pembuang panas harus terpasang erat pada penopangnya. Kemudian, pasang kipas pada heat sink menggunakan pengunci supaya arah udaranya (lihat tanda panah di sisinya) mengarah ke lubang udara di belakang melalui pendingin. Penting: Baik Anda menggunakan pendingin retail atau tambahan, hubungkan kabel listriknya sekarang.

4.  Koneksi RAM dan mainboard
Periksa manual mainboard untuk melihat slot mana yang digunakan untuk kepingan memory. Pada Asus Z170-P, dua keping memory menggunakan slot kelabu “A2” dan “B2”. Buka pengunci paling atas dari slot. Modul harus disejajarkan supaya bagian tembaganya masuk ke dalam celah. Masukkan modul tegak lurus ke dalam slot hingga kuncinya menahan modul tersebut.
Sebelum memasang hardware lain, Anda harus memasang kabel dari casing ke mainboard. Pertama, hubungkan kabel dari kipas di casing, yang biasanya diwakili oleh dua konektor “CHA_FAN” (chassis fan) di mainboard. Hal terpenting, kipasnya berada di bagian atas, pada belakang dinding casing. Berikutnya, hubungkan kipas depan bagian bawah. Anda harus menghubungkan kipas yang ada di atasnya ke power supply hanya bila dibutuhkan.

Proses ini bisa menjadi cukup sulit dengan konektor panel depan berukuran kecil, yang menghubungkan elemen pe­ngendalian casing ke mainboard. Periksa terlebih dahulu petunjuk “System panel connectors” di manual. Pada konektor, kutub positive ditandai dengan tanda panah, atau kabel positifnya diwarnai sementara kabel ground berwarna putih (Sharkoon). Sekarang, hubungkan konektor USB dan panel bagian depan untuk audio yang bentuknya unik ke mainboard.

5. Memasang drive
Ada beberapa cara untuk memasang SSD 2,5 Inci, hard drive, dan optical drive di casing. Ada yang memberikan tempat untuk dua SSD SATA di belakang pelat dasar mainboard, sedangkan Sharkoon memiliki tiga slot 2,5 Inci. Masukkan M.2 SSD ke dalam slot di mainboard dan perkuat de­ngan memasang sekrup yang disediakan.

Hard drive magnetik berukuran 3,5 inci dapat dipasang pada slot yang ada di belakang casing. Drive tersebut tidak disekrup seperti sebelumnya, tetapi dikunci ke slot dengan bantuan rel, dan konektornya mengarah ke belakang (menghadap sisi kanan casing). Hal ini nantinya memungkinkan kabel untuk diletakkan di belakang mainboard supaya tersembunyi. Masukkan optical drive dan internal card ke dalam slot 5,25 inci.

Pada casing yang CHIP gunakan, pertama pegang sudut pelindung slot dari dalam casing. Dorong kait bracket menuju ke tengah casing, dan pelindungnya ke atas untuk melepasnya. Kemudian, buka alat pengunci slot (pada Sharkoon, terminal pegas dua sisi), masukkan drive dari luar ke dalam slot dan kunci. Hubungkan kabel SATA dari drive ke konektor di mainboard – Anda dapat melewatkan kabel melalui bukaan di pelat dasar mainboard, supaya dapat menyembunyikannya. Hubungkan boot drive pada port SATA de­ngan nomor terkecil (Asus Z170-P: “SATA6G_3”).

6. Memasang power supply unit
Power supply unit, dengan banyak kabelnya,  berfungsi dengan cara yang rumit, tetapi tidak rumit untuk dipasang. Letakkan unit ini dengan bukaan udaranya menghadap ke bawah, pada lubang di bagian bawah casing, dan perkuat dengan empat sekrup pada dinding bagian belakang.

Berhati-hatilah pada beberapa jenis casing; terkadang Anda harus menjepit power supply unit pada panel sisi casing. Tempat ini biasanya tidak terlalu terlihat dan dapat membuat eksternal power supply unit cacat. Ketika menghubungkan kabel, pertama lewatkan semua kabel power supply unit melalui bukaan di belakang pelat dasar, dan bawa konektor individu yang berdekatan dengan posisi konektornya ke depan, supaya bisa dihubungkan ke mainboard, drive, dan lainnya. Mainboard membutuhkan konektor 24-pin yang lebar dan konektor 8-pin 12-V CPU (“P8”). Bila Anda menggunakan video­card, jangan lupa untuk menggunakan konektor 2x4-pin atau 2x6-pin. Terlebih lagi, setiap drive SATA harus diberikan daya. Sebelum mengikat kabel yang tidak terpakai, nyalakan komputer untuk memeriksa apakah semua kipas menyala dan komputer memulai di menu UEFI. Bila dibutuhkan, periksa semua koneksi.

7. Install Windows
Kalau Anda ingin menggunakan lisensi Windows 7/8 dari komputer lama ke komputer baru Anda, install dan aktifkan sistem operasi di PC baru. Proses ini membuat sistem yang ada di PC lama menjadi tidak valid lagi. Cara ini juga bisa dugunakan ketika ingin menggunakan Windows 10 pada PC baru. Install dan aktifkan pada OS lama, dan update ke Win 10. Windows 10 dapat Anda beli sebagai download (hanya membeli licence key), USB stick atau DVD. Pertama, Anda harus membuat DVD/USB stick instalasi menggunakan tool “Windows Media Creation” dari www.microsoft.com.

Gunakan perangkat storage yang dibeli atau dibuat sendiri untuk melakukan boot di komputer baru dengan membuka boot menu (pada Asus, dengan menekan [F8]) setelah menghidupkan komputer. Ketika melakukan instalasi, Anda hanya perlu memasukkan key dan pilih SSD sebagai drive tujuan. Setelah itu, proses instalasi akan berjalan dengan sendirinya. Setelah komputer menyala, pastikan semua device drives terinstall ([Win] + [Pause], “Device manager”). Bila ada perangkat yang ditandai dengan tanda seru, install driver dari DVD yang menyertai paket penjualannya atau dari website pabrikannya. 
 


You may also like:

Lenovo Memperkenalkan PC Gaming IdeaCentre Y900 dan IdeaPad Y900

Ini Penampakan Si Super Ringan, PC Notebook EliteBook Folio G1 HP

HP EliteBook Folio G1, Notebook PC Kelas Bisnis Super Tipis dan Ringan

19 Game Adventure PC dari Dekade Ini yang Harus Kamu Mainkan
comments powered by Disqus
BBM Widget

PIN : C001D0134

Most Popular
Hot Reviews
Publication
© 2012-2017 CHIP ONLINE. PT Prima Info Sarana. All Rights Reserved. | About CHIP | Privacy Policy