Advertisement
13 May 2016 | 3248 view(s)
Kompetisi "IBM Linux Challenge 2016" Wujudkan Jakarta Smart City

Penulis : Nur Hasanah

CHIP.co.id - Mengikuti suksesnya penyelenggaraan kompetisi yang sama di tahun 2015 bertajuk Dev War Day, IBM Indonesia kembali menggelar “IBM Linux Challenge 2016” di Balai Agung, Balai Kota Pemprov DKI Jakarta. Ajang kompetisi yang terbuka untuk dua kategori peserta yaitu Mahasiswa dan Profesional ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan para developer Teknologi Informasi (TI) untuk membuat aplikasi lokal dengan menggunakan platform berbasis Linux/Open Source.

Konsep Smart City sudah banyak dikembangkan di kota-kota besar di negara lain untuk itu IBM Indonesia, sebagai perusahaan teknologi terdepan yang banyak mengembangkan konsep Smart City, dalam menggelar acara kali ini memilih bekerjasama dengan Jakarta Smart City. Melalui kerjasama ini hasilnya diharapkan dapat mendukung terwujudnya Jakarta modern dan innovatif yang mampu mengelola sumber daya kota dengan lebih efektif, efisien dan berkelanjutan dengan mengoptimalkan penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam menjalankan pemerintahan yang partisipatif.

“IBM telah mendukung beberapa kota di negara lain seperti Rio De Jeneiro – Brazil dan Davao – Filipina dalam mewujudkan smart city, untuk itu kami sangat mendukung konsep Jakarta Smart City dan berharap melalui ajang ini dapat tercipta berbagai aplikasi yang kelak dapat digunakan dan bermanfaat bagi masyarakat luas Jakarta,” ujar Al Novam Basukiwijaya, Country Manager Hardware IBM Indonesia. “Ini merupakan ajang kedua yang kami gelar karena selain mendukung terwujudnya Jakarta Smart City, kami ingin memicu para developer TI di tanah air untuk berkarya dan ikut memberikan kontribusinya pada bangsa”.

Dari kiri ke kanan - Al Novam Basukiwijaya, IBM Systems Hardware Country Manager, IBM Indonesia; Budi Rahardjo, Praktisi TI; Aditya Banuadji; Ketua Panitia IBM Linux Challenge 2016; Daniel Giovanni, Communications Manager Jakarta Smart City.

“Pemerintah Provinsi DKI berpartisipasi dalam mewujudkan Jakarta menjadi kota pintar, untuk itu berupaya memaksimalkan pelayanan bagi seluruh warga dengan membangun infrastruktur Teknologi yang memadai seperti Intteligence Operating Center (IOC) IBM”, ujar Setiaji, Kepala Unit Pengelola Jakarta Smart City. “Melalui ajang ini kami berharap untuk menemukan aplikasi yang dapat menjadi bagian solusi kemacetan dan banjir yang merupakan masalah terbesar di kota Jakarta saat ini.”

Selain mengembangkan aplikasi berkonsep smart city, kompetisi ini juga memiliki kategori untuk para developer yang ikut berkompetisi dalam mengembangkan aplikasi lokal untuk menciptakan aplikasi yang dapat digunakan pada keuangan mikro. Keuangan mikro sangat dibutuhkan di Indonesia dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan masih banyak Lembaga Keuangan Mikro di Indonesia yang belum memiliki akses TIK yang baik, untuk itu para peserta kompetisi ditantang untuk dapat memberikan aplikasi yang bisa dimanfaatkan oleh pelaku industri keuangan mikro.

Pendaftaran untuk ajang ini dibuka mulai tanggal 12 Mei hingga tanggal 1 Juni 2016 untuk memilih sepuluh peserta terbaik yang akan mendapat pendampingan dalam membangun aplikasi tersebut. Selain menjadi bagian dari perkembangan kota Jakarta yang akan menerapkan aplikasi pemenang kompetisi pada Jakarta Smart City, pemenang juga akan menerima hadiah tunai yang didukung oleh PT Avnet Datamation Solution dan PT Global Infotech Solution sebagai mitra IBM Indonesia serta pendampingan dalam memasarkan aplikasinya.
 


You may also like:

Tiga Hal Penting Kala Bangun Smart City

Bangun Infrastruktur, Sebelum Mimpi Bangun Smartcity

Google I/O 2016: Google Home, Speaker Sekaligus Asisten Rumah Tangga

Smartfren Generasi 4G, dari Roadshow Hingga Dijemput Giring
comments powered by Disqus
BBM Widget

PIN : C001D0134

Most Popular
Publication
© 2012-2017 CHIP ONLINE. PT Prima Info Sarana. All Rights Reserved. | About CHIP | Privacy Policy