11 November 2016 | 13330 view(s)
Luna V55C , Sang Penantang iPhone 6 Plus

Penulis : Andra Nuryadi

CHIP.co.id- Foxconn cukup cermat merancang seri ini. Mulai dari pemilihan material, proses pembuatan yang menggunakan komputer untuuk mengontrol seluruh aspek mekanisasi struktur bodi, antena, hingga finishing tak ketinggalan proses polishing. Perusahaan ini menyebutkan seluruh rangkaian proses tersebut sangat presisi.

            Saking persisnya proses ala iPhone, sampai ukurannya pun dibandingkan iPhone 6 Plus hanya selisih antara 0,1 – 1 mm saja. Beda kasat mata adalah pada tidak terdapat tombol menu (di iPhone 6 Plus sekaligus sebagai sensor finger print) di bawah layar.  Kemudian letak kamera dan LED di iPhone 6 Plus di kiri atas.

Kamera utama Luna V55C ditemani dua buah LED flash.

            Dengan desain unobody, maka Luna memerlukan dua rongga yang dilengkapi baki untuk meletakkan kartu SIM jenis mikro dan kaertu memori (microSD). Letaknya di kanan. Sementara di sebelah kiri ditempatkan tombol power serta kontrol volume.

            Luna juga telah mengadopsi NFC. Sebuah sensor ditaruh di punggung bawah, segaris vertikal dengan kamera utama. Lalu, earpiece Luna juga lebih panjang dibandingkan iPhone 6  Plus. Tepat di sebelah kiri tampak kamera depan resolusi 8 MP.

            Di bagian bawah, Anda akan menemukan rongga microUSB yang diapit oleh dua buah sekrup serta dua buah grill speaker. Namun tampaknya hanya satu speaker saja yang digunakan, bukan jenis stereo.

            Masuk Indonesia, Luna dijejali dengan dua buah aplikasi punya Evercoss antara lain EC Book yang merupakan tempat toko dan rak buku berlangganan, serta EC Nada Kita,  sebuah aplikasi musik yang berisi beragam album musik lokal. Boleh jadi ini nilai tambah yang hendak diberikan. Seri yang kami uji kebetulan telah dilengkapi banyak artis lokal macam Geisha, Afgan, Iwan Fals, Kerispatih, Slank, Sheryl Sheinafia, dan lain-lain. Anda tinggal tap cover artis dan tekan play untuk mendengar. Tetapi butuh koneksi internet lantaran aplikasi ini berwujud streaming.

            Di luar dua aplikasi eksklusif ini, sisanya tak banyak kejutan ditampilkan. Kecuali kalau Anda ingin gontak-ganti wallpaper, Luna menyediakan banyak pilihan yang tentulah tak Anda temukan di smartphone lain.

Sensor NFC berada di punggung bawah Luna V55C.

            Hanya saja setiap menu didesain lebih kreatif, tak apa adanya. Misalnya di menu Gallery, Luna menambahkan moda penyimpanan cloud. Anda bisa langsung akses ke BaiduYun, Dropbox, GoogleDrive, Box, OneDrive atau VDisk baik untuk menarik atau mengunggah foto. Lantas di menu My Music juga akan Anda temui cover opsi Favourites atau Playlist. Di smartphone lain biasanya hanya berupa teks.

            Menu Web Browser juga lebih intuitif. Serunya lagi, Luna berhasil membuat kompresi agar proses tasking browser lebih cepat.

            Sebuah folder bernama Frequently Used menampung menu atau aplikasi yang kerap Anda gunakan. Jadi bagi Anda yang memakai fitur atau menu tertentu dengan frekuensi sering tak perlu meletakkan di jajaran home screen terdepan. Folder ini sudah mengantasinya. Sebanyak delapan menu atau aplikasi bisa tersimpan di folder tersebut.

            Ada lagi folder Manager yang berfungsi untuk mengelola penggunaan smartphone. Di sini muncul aplikasi Power Detective. Tugas aplikasi ini untuk mencek performa, konsumsi baterai, termasuk suhu perangkat. Lalu, aplikasi Backup Tool yang berfungsi membuat cadangan simpanan file dan kelak jika diperlukan dapat di-restore kembali. App Traffic Control mengajak pengguna penggunaan aplikasi melalui jaringan mobile dan Wi-Fi.

Ki-ka: aplikasi Music Player, Evercoss Nada Kita, berbagai menu kamera.

            Seperti tersebut di atas, Luna V55C mengandalkan benar peran fotografi yang tak kalah dengan iPhone 6S. Bukan saja karena menggunakan resolusi kamera belakang dan depan yang lebih tinggi, tetapi  Luna memiliki kelebihan lain yang tak dipunyai iPhone 6S (bahkan 6S Plus). Menurut Arbain, iPhone tak punya setelan ukuran seperti Exposure, Saturation, Sharpness, pun Contrast. Ketersediaan pengaturan secara manual ini penting untuk menyesuaikan dengan warna-warna cahaya yang dihasilkan baik secara natural maupun bantuan lampu.

            Anda cukup melihat dari layar, maka setiap setelan (caranya cukup dengan menggeser satu-persatu  dari keempat ukuran di atas. Maka, setiap setelan akan menghasilkan foto dengan warna cahaya berbeda. Tambahan pengaturan ISO (Auto hingga ISO 1600) membantu menemukan tingkat cahaya yang berbeda. Dengan cara begini, menurut Arbain, hasilnya jadi lebih akurat. Apalagi jika Anda menjajal pula White Balance yang terdiri dari pilihan Daylight, Cloudy, Shade, Flourescent, dan Incandescent.

            Kalau tadi merupakan opsi Pro, maka di opsi lain selain Auto, Anda juga diperkenankan memotret dalam mode Burst, Best Shot, Motion Photo dan Panorama. Sedangkan jika ingin rekam video silakan bikin video Time Lapse atau kebalikannya Slow Motion. Seluruh menu tersebut ditampilkan secara lebih terbuka.

Hasil pemotretan menggunakan mode Panorama.

            Pada mode Panorama hal menariknya adalah pengguna dibersi kesempatan memotret baik secara vertikal maupun horisontal. Dengan posisi kamera portrait, Anda bisa memotret secara horisontal atau vertikal dari kiri ke kanan atau sebaliknya. Tampak empat panah (kiri-kanan-atas-bawah), Anda bisa memilih direction-nya.

            Jika menggunakan kamera depan untuk selfie pilihannya memang tak selengkap kamera utama, walaupun juga bisa memakai mode Pro. Mode lainnya selain Auto adalah Burst. Sedang jika ingin bikin video blog silakan pilih Cinematograph atau mau bereksperimen memakai Time Lapse.

Perbandingan foto: Luna V55C (kiri), iPhone 6 Plus (kanan) - foto: Arbain Rambey.

            Selanjutnya di sektor pemutar musik, Luna menawarkan beberapa tambahan yang cukup menarik. Misalnya lirik. Ketika kami sisipkan tembang Chasing Pavement (Adele), lalu putar, barisan lirik lagu akan muncul jika Anda swipe ke kiri. Ini tentu sangat menarik bagi penggemar karaoke.

            Tak hanya sampai di situ, satu menu trimming lagu (potong lagu) juga disajikan di music player. Anda cukup pilih bagian lagu tertentu dengan durasi yang dibutuhkan, lalu potong. Potongan lagu ini mungkin Anda perlukan untuk memberi backsound video buatan Anda.     

            Jika Anda bandingkan dengan hasil tes pada iPhone 6 Plus, barulah terlihat taring Luna. iPhone 6 Plus mentok di angka AnTuTu 45677 sedangkan Luna V55C bisa menembus 55593.

            Ada seri lain yang terbilang lebih sekelas, yaitu Xiaomi Mi 4. Seri yang dirilis oleh Xiaomi pada dua tahun silam ini mencetak angka AnTuTu tertinggi di 44677. Ini masih jauh di bawah Luna.

Hasil pengujian (ki-ka): AnTuTu, Geekbench, Quadrant.

            Luna juga memiliki responsivitas yang cukup tinggi. Sensor kamera bekerja cukup kilat ketika men-capture obyek. Ini juga merupakan salah satu bagian yang disukai para fotografer.

            Suhu perangkat juga bisa ditahan agar tak cepat panas. Sehingga ketika Anda gunakan untuk merekam video, tak terasa benar efek panas yang ditimbulkan oleh perangkat. Yang menarik lagi hasil uji Nenamark menunjukkan angka yang di atas rata-rata.  Luna dibanderol Rp 5,5 jutaan. (*)

SPESIFIKASI

          


You may also like:

Nokia Pastikan Bisnis Smartphone (Lagi) di 2017

Dilema Apple Pindahkan Produksi ke Amerika

Smartphone Luna Mobile Masuk Indonesia

Kabar Kembalinya Nokia
comments powered by Disqus
BBM Widget

PIN : C001D0134

Most Popular
Hot Reviews
Publication
© 2012-2017 CHIP ONLINE. PT Prima Info Sarana. All Rights Reserved. | About CHIP | Privacy Policy