30 June 2016 | 16548 view(s)
Berpikir Kreatif Dalam Mendapatkan Ide Bisa Dimulai dari Lokal

Penulis : Kama Adritya

Foto: Thinkstock Photos

CHIP.co.id - Mulai munculnya startup-startup lokal di Indonesia, merupakan nafas segar untuk perekonomian Indonesia. Tak heran kalau sampai Menkominfo pun mencanangkan program 1000 startup di Indonesia. Hadirnya Bukalapak, Go-Jek, Tokopedia, Kaskus, dan lain-lain yang membawa kisah sukses seolah seperti cerita dongeng. Karenanya, kisah kesuksesan mereka yang menggiurkan tersebut membawa banyak orang ingin membuat startup agar dapat mencicipi kesuksesan tersebut. Hingga kini muncul para enterpreneur muda yang mengadu nasibnya di dunia startup.

Semuanya berawal dari sebuah ide. Namun, bagaimana caranya agar dapat mendapatkan sebuah ide? Tentunya dengan berpikir kreatif. Tapi tahukah Anda, bahwa untuk bergerak di bidang startup, Anda juga harus bisa berpikir kreatif secara lokal. Atau dengan kata lain, harus bisa melihat kondisi-kondisi di sekitar Anda.

Dengan demikian, artinya potensi dan peluang untuk membuat startup yang bergerak di lokal sangat menjanjikan. Terutama di Indonesia yang masih baru mulai berkembang pertumbuhan digitalnya. Masih terbuka potensi bisnis di bidang selain sosial media maupun aplikasi chatting yang persaingannya sangat ketat dan masih didominasi oleh aplikasi luar negeri yang sudah terlalu kuat.

Salah satu resep sukses yang bisa diungkapkan di sini adalah Jangan menjadi follower dan lihat isu sosial di sekitarmu. Mengapa jangan jadi follower? Karena effort dan tenaga untuk bersaing dengan trend setter akan jauh lebih besar daripada tenaga yang dikeluarkan oleh si trend setter itu sendiri. Jangan karena terbuai dengan kesuksesan sebuah startup, sehingga ingin meniru cara dan konsep yang sama dengannya. Be different!

Kemudian coba tengok isu-isu sosial di sekitarmu. Karena bisa jadi, dengan memberikan solusi terhadap isu-isu sosial tersebut dapat membuat startup Anda sebagai trend setter baru. Sebagai contoh, seperti Go-Jek yang mengangkat isu sosial kemacetan sebagai basis bisnisnya dan kemudian menawarkan solusi ojek untuk mengatasi kemacetan tersebut. Kesuksesan atas aplikasi ataupun bisnis juga tergantung dengan rasa kedekatan antara konsumen dengan kita sebagai pemberi solusi tersebut. Contoh lainnya adalah seperti Bukalapak yang kemudian membuka kesempatan baru bagi para ribuan UKM kelas menengah ke bawah untuk melebarkan sayap distribusi dan promosi. Sebagai pemberi solusi sosial tentunya akan lebih diapresiasi. Terlebih lagi, jumlah penduduk Indonesia yang ratusan juta sangat berpotensi. Apalagi Indonesia yang juga penggunaan mobilenya hampir dominan, dan penetrasinya cenderung tumbuh. Market share dari Indonesia saja sudah cukup besar tanpa harus memusingkan untuk Go Global. Pasar Worldwide mungkin bisa menjadi tahap pengembangan berikut setelah meraup sukses di pasar lokal. Namun, perlu diingat jika ingin mengangkat isu sosial, belum tentu pasar dunia dapat menerima solusi yang sama dengan pasar lokal. Tidak ada salahnya untuk sering-sering melakukan riset agar dapat membaca peluang-peluang yang ada di sekitarmu. Jadi mulailah berpikir kreatif dengan melihat isu di sekitar Anda.

Indosat Ooredoo mengajak pemuda Indonesia dan pemuda di belahan dunia lain untuk menciptakan ide dan aplikasi agar Indonesia bahkan dunia yang lebih baik. Melalui ajang IWIC ke-10 ini, diharapkan talenta digital Indonesia bisa sejajar dengan pemain Internasional dan menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya sebagai negara pengguna namun juga pembuat aplikasi mobile yang siap bersaing di kancah Internasional.

Indosat Ooredoo Wireless Innovation Contest atau yang sering disebut dengan IWIC, kini memasuki tahun ke-10. Kompetisi tahunan ini resmi dimulai pada hari Kartini tanggal 21 April 2016 lalu. IWIC itu sendiri adalah ajang kompetisi inovasi teknologi di bidang wireless yang diselenggarakan Indosat Ooredoo. Kompetisi yang telah diselenggarakan secara tahunan dari tahun 2006 ini adalah bagian dari program CSR Indosat Ooredoo pilar INOVASI.

Yang membedakan IWIC ke-10 ini dengan IWIC sebelumnya adalah diterimanya pendaftaran peserta dari luar negeri, karena sesuai dengan tema go global "Change The World". Kemudian juga akan diadakan Pesta Digital Anak Indonesia, di mana berupa ajang hackathon atau pembuatan aplikasi dalam waktu tertentu bagi peserta anak dan remaja. Kemudian juga ada Developer Challenges yang akan menantang para developer dengan tantangan khusus. Serta berbagai macam seminar dan talkshow bagi para developer.

Untuk info lebih lanjut, kunjungi https://iwic.indosatooredoo.com/en/


You may also like:

Tulwe Teruskan Cari Bintang Baru: Kontrak 1 Tahun

Otomontir Solusi Hidup Berkendara Anda Serta Membantu Ketenagakerjaan

Kolaborasi Jenius dengan Brightspot Market Hadirkan Gaya Hidup Baru

Zona WiFi Go!, Aplikasi Bagi-bagi WiFi Gratis, Diluncurkan
comments powered by Disqus
BBM Widget

PIN : C001D0134

Most Popular
Hot Reviews
Publication
© 2012-2017 CHIP ONLINE. PT Prima Info Sarana. All Rights Reserved. | About CHIP | Privacy Policy