You are Here : Home > Review > Gadget
12 April 2016 | 11681 view(s)
First Impression Olympus PEN F, si Retro nan Canggih

Penulis : Rakhmat Koes

CHIP.co.id - Dalam memperingati 53 tahun produksi kamera Single Lens Reflex (SLR) Olympus PEN F 35mm analog, dan untuk memperingati 80 tahun Olympus. Pada awal tahun 2016, Olympus memperkenalkan sebuah reinkarnasi dari kamera legendarisnya tersebut. Tidak tanggung-tanggung, pabrikan kamera yang menjadi pionir kamera mirrorless tersebut, merilis dengan nama yang sama, yakni Olympus PEN F versi digital.

Sejak tahun 2004, Olympus perlahan menghentikan produksi kamera DSLR dan mulai memproduksi kamera mirrorless interchangeable-lens. Olympus sangat percaya diri dengan sistem kamera compact mirrorless bersensor Micro Four Thirds atau Micro 4/3 (17.4mm x 13mm). Alhasil, seri PEN dan seri OM-D menjadi sistem kamera compact mirrorless dengan performa terbaik untuk traveler dan profesional.

Olympus sendiri tampil percaya diri dengan kamera-kamera berdesain klasik, dan retro. Sebelumnya, disaat para kompetitornya merancang kamera mirrorless dengan desain futuristik dan modern, Olympus merilis seri OM-D dalam dua varian warna, silver dan hitam. Flasgship dari Olympus tersebut, sukses beredar di pasaran seluruh dunia dan telah menjadi pilihan para fotografer profesional, maupun enthusiast.

Olympus PEN F 35mm (1963)

Jika kita melihat ke belakang, Olympus PEN F 35mm yang pertama kali diproduksi pada tahun 1963 tersebut, merupakan sistem kamera SLR pertama dari Olympus dengan lensa yang dapat dipertukarkan. Pada masa itu, desain Olympus PEN F boleh jadi yang paling modern dari pada kamera sebelumnya (Pinhole dan Obscura). Sebaliknya, jika Anda melihat Olympus PEN F digital yang sebentar lagi akan dirilis di Indonesia, kemungkinan besar Anda akan mengatakannya klasik atau retro. Karena, saat ini tengah menjadi sebuah tren di kalangan kompetitor Olympus untuk merancang desain kamera yang modern, aerodinamis, ergonomis, dan mungkin futuristik.

 

Kamera Canggih dalam Balutan Bodi Klasik

Sekira 2 bulan yang lalu, CHIP Foto Video berkesempatan untuk melakukan review Olympus PEN F. Dan, tepatnya pada 7 April 2016, saya pun mendapat giliran untuk menjajal kemampuan kamera tersebut. Kesan pertama saat mencobanya, tidak jauh berbeda dengan seri PEN sebelumnya. Namun, ada beberapa hal yang membuat PEN F ini layak diapresiasi, yakni kecepatan autofocus-nya, kekayaan feature-nya, serta electronic viewfinder-nya.

Meskipun bodinya cukup compact, Olympus PEN F ini nyaman dalam genggaman. Namun, perlu adaptasi lebih lama, karena tidak ada hand grip di bagian depan kamera. Walau demikian, saat memotret dengan teknik panning menggunakan mode kontinyu, Olympus PEN cukup stabil dalam genggaman. Kamera rangefinder besutan Olympus ini, tampil baik saat digunakan untuk panning, terlebih adanya dukungan dari feature panning detection yang bekerja secara otomatis.

Automatic Panning Detection pada Olympus PEN F berfungsi sangat baik. Fotografer tidak perlu lagi melakukan pengaturan manual untuk mengunci fokus pada objek yang kelak bergerak. Data teknis: Lensa M. Zuiko 17mm - F20 - 1/30 - ISO 250.

(Foto: Rakhmat Koes / CHIP Foto Video)

Serangkaian foto di atas diambil dengan teknik panning yang didukung dengan panning detection otomatis, menggunakan mode kontinyu hingga 10 frame per detik. Pada kondisi yang memerlukan focusing secara cepat, Olympus PEN F sangat membantu para fotografer. Selain dilengkapi dengan shutter cepat 1/8000 detik yang dapat dimaksimalkan dengan electronic shutter hingga 1/16000, PEN F juga didesain dengan 81 titik fokus yang cukup mudah diatur.

 

Resolusi Besar Bukan Sekadar Sensasi 

Banyak orang mengatakan, bahwa sensor Full Frame pada kamera dapat membuat foto menjadi lebih bagus. Hal tersebut merupakan anggapan yang tentunya tidak tepat. Sensor berfungsi untuk menggantikan peranan film, tetapi bukan berarti baik dan buruknya sebuah foto diukur dari besaran sensor. Tepatnya, sensor kamera dirancang dengan jutaan dioda peka cahaya atau dikneal dengan sebutan pixel. Jadi, jumlah pixel-lah yang menunjukan detail foto, yang berarti semakin tinggi resolusi, maka semakin besar foto tersebut untuk dicetak.

Hal itulah yang membuat Olympus sangat percaya diri untuk mempertahankan sensor Micro Four Thirds pada jajaran kamera terbarunya. Tidak terkecuali dengan Olympus PEN F yang bersensor Micro 4/3, namun dilengkapi dengan rosolusi besar, 20 Megapixel. Pada Olympus PEN E-P5 dan bahkan pada seri OM-D E-M5 Mark II, Olympus hanya menanamkan resolusi sebesar 16 Megapixel. Terlihat keseriusan Olympus menjadikan PEN F sebagai sistem kamera mirrorless untuk kinerja para profesional.

Pada kondisi minim cahaya sekali pun, Olympus PEN F dapat menangkap intensitas cahaya dengan natural. Beberapa titik yang tidak terkena cahaya lampu, masih dapat terlihat dengan detail yang cukup baik. Data teknis: M.Zuiko 17mm - F9 - 1/15 - ISO 80.

(Foto: Rakhmat Koes / CHIP Foto Video)

 

Beragam Feature untuk Kreativitas Maksimal

Kamera tentunya bukan semata untuk memotret, lebih dari itu fungsi kamera adalah untuk menuangkan kreasi dan ekspresi. Ada banyak cara untuk berkreasi, fotografer senior Darwis Triadi misalnya, sebagai pengguna Olympus PEN F, Darwis Triadi seringkali menumpahkan segala kreativitasnya melalui karya foto portraiture-nya yang khas dan elegan.

Saya pun berkesempatan untuk mencoba semua feature ada pada sistem kamera Olympus PEN F ini. Pada bagian depan bodi PEN F, terdapat tuas untuk mengaktifkan mode Color, Monochrome, Art Filter, dan Color Create (CRT). Pada ketiga filter simulasi tersebut, saya sendiri menyukai sensasi yang ditawarkan Art Filter dan Monochrome. 

Mode monochrome mampu menghasilkan foto monochrome yang sangat matang, sehingga fotografer tidak lagi perlu untuk mengolahnya di dalam software. Begitu pun dengan Art Filter, para fotografer dan enthusiast akan dapat menumpahkan segala kreativitas fotografinya, sesuai dengan selera masing-masing.

Dengan menggunakan Art Filter Diorama II, bagian belakang (background) akan mengalami blur secara sistematis (di bagian kanan dan kiri). Selain itu, warna yang dihasilkan lebih kontras, dan terdapat frame klasik di tepian foto. Data teknis: Lensa M.Zuiko 17mm - F4.5 - 1/160 detik - ISO 250.

(Model: Stefanie - Foto: Rakhmat Koes / CHIP Foto Video)   

 

Olympus PEN F masih tampil prima pada ISO 16000. Sudah mulai terlihat noise pada beberapa bagian yang gelap, namun masih dapat direduksi dengan baik. Data teknis: Lensa M.Zuiko - F22 - 1/13 detik - ISO 16000.

(Foto: Rakhmat Koes / CHIP Foto Video)

 

Mode Color pada Olympus PEN F bekerja dengan baik. Kepekatan warna yang natural dan matang, menjadi nilai plus bagi kamera ini. Data teknis: Lensa M.Zuiko 17mm - F4 - 1/100 detik - ISO 16000.

(Foto: Rakhmat Koes / CHIP Foto Video)

 

Dengan dukungan beragam feature tersebut, Olympus PEN F sangat cocok digunakan untuk Street Photography. Namun, tidak menutup kemungkinan untuk menggunakannya untuk "pekerjaan berat" sekali pun. Seperti foto wedding, traveling, portraiture, food, fashion, maupun untuk pemotretan Commercial Photography, karena foto yang dihasilkan dengan ukuran SF+RAW sangat memungkinkan dicetak dalam ukuran billboard sekali pun. Selain itu, Olympus PEN F juga dilengkapi dengan beragam feature untuk mendukung kreativitas dalam merekam video, antara lain stop motion, dan high-speed video dengan 120 fps untuk merekam slow motion.

Menurut rencananya, Olympus PEN F akan mulai dipasarkan di Indonesia pada akhir April 2016. Kamera klasik nan elegan ini, akan dibandrol dengan harga Rp 18.800.000 (body only), dan Rp 21.700.000 untuk Olympus PEN F dilengkapi dengan lensa M.Zuiko 17mm F1.8. Penawaran lainnya, adalah paket Olympus PEN F diserta dua buah lensa, yakni M.Zuiko 17mm F1.8, dan M.Zuiko 45mm F1.8 yang ditawarkan dengan harga Rp 22.800.000.

 

 


Editor : Kama Adritya

Kelebihan
- Resolusi besar hingga 20 Megapixel
- Shutter speed hingga 1/16000
- ISO hingga 25.600
- Desain klasik nan elegan
- Dilengkapi banyak feature baru
- Autofocus cepat dengan panning detection otomatis
- Video Full HD yang dilengkapi dengan mode high-speed dan stop motion
- Kecepatan Shutter hingga 1/16000
Kekurangan
- Tidak ada hand grip di bagian depan kamera
- Baterai cenderung boros di kelas Mirrorless, hanya dapat digunakan untuk 250-an foto
- Kinerja Wi-Fi belum terkoneksi dengan baik pada apps Olympus Image Share di smartphone
- Belum dilengkapi dengan Weather dan Water resistant
Spesifikasi

Seri                        : Olympus PEN-F
Resolusi                : 20.30 Megapixel
Ukuran sensor      : Micro Four Thirds (MFT atau Micro 4/3 sebesar 17.4mm x 13mm)
Image Stabilizer    : 5 axis Image Stibilization dengan panning detection otomatis
Viewfinder             : Electronic Viewfinder 2.3 juta titik OLED
LCD                        : 3 inci dengan 1.04 juta titik
ISO                         : 200 - 25,600 (dapat diperluas dari 80-25.600)
Shutter                   : 1/16000
Mode Kontinyu     : 10 frame per detik (dapat dimaksimalkan hingga 20 frame per detik dengan electronic shutter)
Dimensi                 : 125 x 72 x 37mm
Weight                   : 434 g

You may also like:

Olympus PEN F

Review Olympus EPL8

Bangun Ekosistem, 1000 Startup Gelar Ignition Kedua di Jakarta

Hasil Uji 4G di Jakarta, Siapa Jawaranya?
comments powered by Disqus
BBM Widget

PIN : C001D0134

Publication
© 2012-2017 CHIP ONLINE. PT Prima Info Sarana. All Rights Reserved. | About CHIP | Privacy Policy