You are Here : Home > Review > Gadget
21 March 2013 | 20553 view(s)
Berenang Bersama Sony Xperia Z

Penulis : Insaf Albert Tarigan

Harga:Rp7.500.000

Kelebihan:
-Tahan debu dan air
-Layar jernih dan tajam, bodi kokoh, performa memuaskan

Kekurangan:
-Ergonomisnya dipertanyakan, terkesan kaku dan besar bagi anda yang bertangan mungil
-Tidak memiliki shutter kamera untuk mengambil gambar di dalam air

Highlights:
Daya tahan terhadap air dan debu adalah keunggulan yang membedakan Sony Xperia Z dengan smartphone Android lain di kelasnya. Penggunaan bahan tempered glass di bagian depan dan belakang sebenarnya biasa saja karena produsen lain sudah melakukannya sebelumnya

 

CHIP.co.id - Hanya dua bulan sejak pertama kali diperkenalkan di acara The International Consumer Electronics Show (CES) pada 8-11 Januari 2013, Sony akhirnya menghadirkan dua smartphone Android andalannya di Indonesia, yaitu Xperia Z dan Xperia ZL. Meski Android terus mendominasi pasar sistem operasi sejak tahun 2012, Sony sebenarnya bukan pemain utama.

Dari sisi penjualan, Sony masih kalah jauh dibandingkan sang jawara, Samsung. Perhatian pengguna Android pun selalu lebih besar terhadap produk baru yang dirilis Samsung atau bahkan HTC, daripada Sony. Tengok saja perbincangan di internet mengenai Samsung Galaxy S4 atau HTC One.

Tapi, apakah produk Sony tak layak dilirik penggemar Android? Jika kita melihat di Eropa dan Inggris, Sony kini terus mengalami pertumbuhan, dan berada di posisi kedua di bawah Samsung. Pertanyaannya, bagaimana dengan Indonesia? apakah Sony Xperia Z mampu bersaing dengan BlackBerry Z10, LG Optimus G, LG Nexus 4, HTC One, Huawei Ascend P2, Samsung Galaxy S3 dan S4 yang akan segera hadir?

Jawabannya tergantung keputusan anda, para pembaca sekalian. Jika membutuhkan informasi lebih jauh mengenai Sony Xperia Z, berikut kami sampaikan review-nya.

Desain
Sony Xperia Z berbentuk kotak, menggunakan tempered glass pada bagian depan dan belakang. Hal ini mungkin terlihat akrab bagi pengguna Nexus 4. Penggunaan bahan kaca di bagian belakang membuat ponsel ini tampak bling bling, tetapi di saat bersamaan juga menjadi magnet bagi sidik jari atau kotoran yang menempel di telapak tangan.

Di luar persoalan itu, bodi Xperia Z yang sebesar 5 inci 1080 x 1920 full HD Reality Display terasa kokoh, solid dan tak tampak murahan karena penggunaan bodi yang tidak didominasi bahan plastik. Layar Xperia Z sudah menggunakan Mobile Bravia Engine 2 yang mampu menghadirkan gambar jernih.

Soal kenyamanan atau ergonomis, sangat tergantung dari masing-masing orang. Secara pribadi, saya menganggap Xperia Z tak punya keistimewaan dari sisi ergonomis. Ia kalah nyaman dibanding LG Optimus G dan Nexus 4. Saya tak sempat menguji kekuatan kaca di bagian belakang Xperia Z dengan menjatuhkannya ke lantai karena unit yang kami review adalah pinjaman.

Di bagian depan Xperia Z, hanya terdapat kamera, dan logo Sony, tanpa tombol home, sehingga membuatnya tampak minimalis dan elegan. Apalagi, ditambah dengan desain layar yang datar. Satu-satunya yang tampak menonjol dari bodi ponsel ini adalah tombol power, berbentuk bulat dengan bahan dari stainless steel di sebelah kanan tepat di atas tombol volume dan di bawah slot micro SIM. Adapun speaker  terletak di pojok bagian kanan

Sementara headset connector terletak di bagian kanan atas, berdeketan dengan lampu notifikasi, ear speaker dan kamera depan. Di bagian kiri Xperia Z, Sony meletakkan port USB, slot micro SD, dan charging dock connector. Microphone utama terletak di bagian bawah layar.
Keunggulan Xperia Z yang tak dimiliki oleh satu pun saingan terdekatnya di kelas premium adalah fitur tahan air dan debu. Di buku petunjuk penggunaan, Sony menjelaskan Xperia Z dapat dicelupkan ke dalam air dengan kedalaman 0 sampai 100 cm sampai dengan 30 menit.

Selama proses pengujian, saya bahkan melewati batas itu karena mengajak Xperia Z berenang di kolam renang dan menjatuhkannya ke dasar kolam dengan kedalaman 150 cm selama kurang lebih satu menit. Hasilnya: Xperia Z baik-baik saja. Sayangnya, niat saya untuk mengambil gambar di dasar kolam tak terwujud karena Xperia Z memang bukan didesain untuk beroperasi di dalam air, melainkan hanya tahan air. Andai saja Sony menyediakan tombol shutter secara fisik, pasti fitur tahan air Xperia Z akan terasa sempurna. Daya tahan terhadap air ini juga membuat anda tak perlu khawatir jika ponsel ini kotor karena ia cukup diguyur saja dengan air.

Performa
Seperti disebutkan di atas, layar 5 inci Xperia Z tampak sangat jernih karena dukungan panel 1080 x 1920 HD Reality Display dan Mobile Bravia Engine 2. Kepadatan pixelnya mencapai 440ppi, lebih tinggi dari Retina Display iPhone yang hanya 326ppi. Layar yang jernih ini akan sangat terasa manakala anda menonton film HD, video musik, atau game.

Sedangkan efek Mobile Bravia Engine muncul ketika Xperia Z digunakan untuk memotret atau merekam video. Seperti pada televisi buatan Sony, Bravia Engine dirancang untuk memperbaiki kualitas warna, meningkatkan kontras dan mengurangi noise. Namun, penggunaan fitur ini kadang membuat objek foto tampak lebih bagus daripada warna aslinya. Namun, jika ingin hasil foto atau video yang berbeda, anda bisa menonaktifka Mobile Bravia Engine 2 di pengaturan layar.

Di bagian dapur pacu, terdapat prosesor Snapdragon S4 Pro CPU 1,5 GHz, berpasangan dengan RAM 2GB dan internal storage 16GB, yang bisa diekspansi melalui microSD. Saat di-benchmark dengan AnTuTu, Xperia Z memperoleh skor 20.395, di bawah Samsung Galaxy S4 dan di atas Google Nexus 4. Sementara Quadrant memberi angka 8.119, di atas HTC One X.

Xperia Z yang masuk ke Indonesia adalah seri C6602 yang hanya mendukung koneksi HSPA. Ada juga model yang bisa mengakses jaringan super cepat LTE di Eropa dan beberapa negara Asia. Di bagian sistem operasi, Sony Xperia Z menjalankan Android 4.1.2 Jelly Bean dengan antarmuka khas Sony. Pengguna bisa mengkustomisasi hingga membuat 7 home screen berbeda, dengan memilih widget aplikasi kesukaan. Pada saat layar dalam keadaan terkunci, anda masih bisa mengaktifkan menu musik atau kamera.

Ngomong-ngomong mengenai musik, Xperia Z menyertakan aplikasi Walkman, yang terhubung dengan layanan Music Unlimited Sony. Untuk memanjakan telinga pendengarnya, Sony melengkapi Xperia Z dengan fitur ClearAudio+ yang bisa menyesuaikan secara otomatis agar suara yang terdengar lebih jernih. Anda juga bisa mengatur suara sesuai selera sendiri dengan Sound Enhancements. Kualitas suara yang dipancarkan headset standar Xperia Z biasa-biasa saja. 

Sementara di aplikasi Album sudah ditambahkan fitur globe view, yang memungkinkan anda melihat foto berdasarkan geotagging. Selain itu, fitur Movies terbaru menggabungkan film dan video yang diunduh dari TV, dan layanan streaming Video Unlimited. Video yang tersimpan di Xperia Z bisa ditonton melalui perangkat lain yang terhubung melalui WiFi dan sebaliknya.

Sony juga mengembangkan aplikasi Socialife, sekilas mirip Flipboard, yang menggabungkan Twitter, Facebook, dan konten Google Reader dan berita terbaru yang dipilih berdasarkan topik yang disukai pengguna. Fitur menarik Xperia Z lainnya adalah Smart Connect. Fitur ini memungkin anda mengatur apa yang akan terjadi jika Xperia Z dihubungkan dengan headset, headphone atau charger. Misalkan, ketika dihubungkan dengan charger pada waktu tertentu, ponsel akan otomatis mengirim pesan ke Facebook, memutar musik, membuka alamat web dan lain-lain.

 

Perbandingan Sony Xperia Z dengan saingannya:

Spesifikasi

Samsung
 Galaxy S4

Apple

iPhone 5

Sony Xperia Z

HTC

One

Sistem Operasi Android 4.2.2 iOS 6 Android 4.1.2 Android 4.1
Dimensi 136,6 x 69,8 x 7,9 mm, 130gram 123,8 x 58,6 x 7,6 mm, 112 gram 139 x 71 x 7,9 mm, 146 gram 137,4 x 68,2 x 9,3 mm, 143 gram
Layar 5 inci Full HD Super AMOLED: 1920x1080 piksel, 441 ppi 4 inci IPS LCD: 1136x640 piksel, 326 ppi 5 inci TFT capacitive touchsreen: 1080x1920 piksel, 441 ppi 4,7 inci LCD: 1920x1080 piksel 468 ppi
4G LTE Yes Yes Yes Yes
Near Field Communcation Yes - Yes Yes
Prosesor 1,9GHz, quad-core Snapdragon 600 atau 1,6 GHz Octa-core Exynos Octa Proprietary A6 1,5GHz quad-core Krait, Qualcomm MDM 9215M 1,7GHz quad-core Snapdragon 600
Kamera Utama dan Video 13-megapiksel, HD Video 8-megapiksel, 1080p HD Video 13,1 megapiksel, 1080p HD Video 4 megapiksel (ultrapiksel), 1080 HD Video
Kamera Depan 2-megapiksel 1,2-megapiksel 2,2-megapiksel 2,1-megapiksel
Kapasitas Penyimpanan 16GB, 32GB, 64GB 16GB, 32GB, 64GB 16GB 32GB, 64GB
Memory tambahan Up to 64GB - Up to 32GB -
Warna Hitam, Puith Hitam, Putih Hitam, Putih, Ungu Black Silver
Harga belum diumumkan 8 juta, 9 juta, 10 juta 7,5 juta belum diumumkan

Baterai

Sony Xperia Z menggunakan baterai berdaya 2.330 mAh yang tidak bisa diganti, dan terbungkus di dalam bodinya. Selama proses pengujian, baterai Xperia Z bisa bertahan seharian dengan penggunaan normal, Sebagai patokan, saya sempat menguji daya tahan baterainya dengan aplikasi benchmark, dan hasilnya baterai Xperia Z bisa bertahan 2,5 jam bila digunakan untuk bermain game secara terus-menerus.

Untuk memperpanjang daya tahan baterai, Sony sebenarnya sudah menyertakan aplikasi Manajemen Daya. Terdapat tiga pilihan untuk menghemat daya, yaitu Stamina Mode, Mode Baterai Lemah, dan WiFi berdasarkan lokasi. Jika Stamina Mode diaktifkan, sambungan data seluler akan otomatis dinonaktifkan ketika layar nonaktif, sedangkan Mode Baterai Lemah memungkinkan perangkat menonaktifkan banyak fungsi perangkat ketika tingkat baterai berada di bawah 30 persen. 

Fitur yang ketiga, yaitu WiFi berdasarkan lokasi membolehkan perangkat otomatif tersambung ke WiFi saat berada di area WiFi yang disimpan. Aplikasi Manajemen Daya sangat membantu pengguna untuk mengatur Xperia Z sesuai dengan kebutuhan mereka.

Baterai Xperia Z yang tidak bisa dibuka karena rancangannya tahan debu dan air sempat merepotkan ketika perangkat ini error. Selama pengujian, Xperia Z sempat error dan saya tak bisa menonaktifkan atau me-restart-nya karena tombol power tidak berfungsi normal dan hanya bisa digunakan untuk mengunci atau membuka layar. Dalam keadaan normal, tombol power bisa digunakan untuk mengunci, mematikan, atau mengambil screenshot. Masalah ini akhirnya teratasi setelah saya mencabut micro SIM dan mendiamkan perangkat sekitar 2 menit. Jika beroperasi normal, Xperia Z otomatis restart jika micro SIM dicabut. 

Kamera
Tak lengkap rasanya menyebut Sony Xperia Z tanpa membahas kameranya, karena Sony memang terkenal memiliki teknologi kamera yang bagus. Xperia Z merupakan perangkat pertama Sony yang menggunakan teknologi sensor Exmor RS. Sensor ini dirancang untuk menghasilkan sensor cahaya yang lebih peka untuk menghasilkan foto yang lebih bagus. Saya sempat mencoba memotret menggunakan Xperia Z dengan kondisi minim cahaya dan hasilnya memuaskan. Kamera Sony Xperia Z adalah salah satu yang terbaik di kelasnya. Selengkapnya mengenai perbandingan kamera smartphone dapat anda lihat di CHIP Foto Video spesial yang akan segera diluncurkan.  

Sony Xperia Z bisa menghasilkan resolusi foto hingga maksimal 12 megapixel jika fitur Otomatis Superior diaktifkan dan merekam video hingga resolusi 1080p dengan 30 frame per detik. Jika fitur Otomatis Superior dimatikan, anda bisa menghasilkan foto dengan resolusi hingga 13 megapixel.

Otomatis Superior berguna jika anda malas mengatur kamera secara manual. Ia akan otomatis menyesuaikan pengaturan sesuai dengan kondisi di sekitar ketika anda memotret. Sony juga menyediakan High Dynamic Range (HDR) mode untuk foto dan video. HDR berguna untuk meningkatkan kontras dengan menganalisis dan mengabungkan bermacam-macam eksposur dari gambar.
Berikut beberapa hasil foto menggunakan Xperia Z. 

Foto dalam kondisi minim cahaya di sore hari

 

Kesimpulan

Daya tahan terhadap air dan debu adalah keunggulan yang membedakan Sony Xperia Z dengan smartphone Android lain di kelasnya. Penggunaan bahan tempered glass di bagian depan dan belakang sebenarnya biasa saja karena produsen lain sudah melakukannya sebelumnya. Antarmuka Xperia Z juga menurut saya kalah keren dibandingkan desain HTC Sense atau TouchWiz. Tapi, jika anda penggemar smartphone besar, kuat, layar jernih, dan kameranya bisa diandalkan, Xperia Z layak dipertimbangkan.   

 

 


You may also like:

Masuk Indonesia, Sony Pasarkan Xperia Z3 dengan Harga Rp8,5 Juta

Sony Siap Hadirkan Smartphone 64-bit dengan Layar 2K di Xperia Z4

Sony Akan Update Seluruh Seri Xperia Z ke Android Lollipop

Sony Xperia C3 Dual: Selfie Lebih "Pede" di Ruang Minim Cahaya
comments powered by Disqus
Publication
© 2012-2013 CHIP ONLINE. PT Prima Info Sarana. All Rights Reserved. | About CHIP | Privacy Policy