You are Here : Home > Review > Games
18 May 2016 | 10602 view(s)
X-Men: Apocalypse, Begini Harusnya Para Superhero Berkumpul

Penulis : Kama Adritya

Film seri keenam dari dunia komik X-Men ini kembali mengisi maraknya film superhero di Hollywood. Bisakah film ini bersaing dengan film Batman v Superman maupun Captain America Civil War yang rilis lebih dahulu hanya dalam rentang sebulan?

Saat ini ada banyak sekali film superhero yang diadaptasi dari komik muncul di layar bioskop, baik itu Avengers, Batman, sampai dengan Deadpool. Namun, bisa dibilang tren ini dimulai berkat dari satu film di tahun 2000 lalu, yaitu film X-Men. Semenjak kesuksesan yang dibawa oleh film X-Men di 16 tahun lalu itu kemudian muncul berturut-turut film-film superhero seperti Spiderman, Batman Begins, Iron Man, dan seterusnya. Meskipun di tahun 80'an juga sudah ada film Batman dan Superman, namun baru di film X-Men yang sukses mengawinkan dunia nyata dengan dunia komik di layar lebar.

Para pemain dari film X-Men First Class kembali hadir di film ini sebagai karakternya masing-masing.

Kini, di tahun 2016 ini, Bryan Singer kembali hadir menampilkan film X-Men terbarunya dengan judul X-Men Apocalypse. Jika dilihat adegan terakhir dari film X-Men sebelumnya yaitu Days of Future Past, ada sedikit klip yang menampilkan seorang tokoh mutant kuat yang sedang membangun piramida. Nah, di film kali ini bercerita seputar mutant tersebut. Mutant ini bernama Apocalypse yang ternyata adalah mutant pertama yang ada di dunia. Kekuatannya adalah kemampuannya untuk berpindah tubuh ke mutant lain, sehingga seiring waktu kekuatannya semakin kuat karena berhasil mengumpulkan kekuatan-kekuatan dari berbagai mutant. Namun, saat proses pemindahan tubuh di puluhan ribu tahun yang lalu, anak buahnya berkhianat sehingga Apocalypse tertidur dan terkubur selama bertahun-tahun. Hingga sekarang dirinya bangkit kembali dan ingin menghancurkan dunia.

Meski mengusung nama X-Men, para pemain film ini tidak ada yang sama dengan film yang 16 tahun lalu. Karakter-karakter yang sama kini dimainkan oleh para aktor dan aktris yang berusia lebih muda. Atau lebih tepatnya para pemain yang ada dari semenjak film X-Men First Class. Seperti misalnya Professor X yang dulu dimainkan oleh Patrick Stewart, kini dimainkan oleh James McAvoy, serta Magneto yang dulu dimainkan oleh Ian McKellen, sekarang oleh Michael Fassbender, dan seterusnya.

Michael Fassbender kembali memerankan Magneto, seorang mutant yang bisa mengendalikan logam apapun.

Bahkan bisa dibilang, setelah kejadian di film Days of Future Past, semua film sebelum First Class bisa dianggap tidak pernah terjadi. Sehingga, film Apocalypse ini adalah kelanjutan terbaru dari serial X-Men di layar lebar. Hal ini merupakan hal yang bagus untuk membuat serial X-Men ini lebih fresh dan cocok untuk anak-anak muda masa kini. Sekaligus untuk membersihkan 'dosa' lama akibat kejadian di film X-Men 3: The Last Stand. Selain karakter-karakter yang sudah ada di film First Class, seperti Professor X, Magneto, Mystique, Beast, Havok, dan Moira, di film Apocalypse ini muncul generasi baru meskipun merupakan karakter lama yang sudah ada di film sebelumnya seperti Cyclops, Jean Grey, Nightcrawler, Storm, dan Angel. Kini mereka ditemani juga dengan Quicksilver yang sudah muncul di film Days of Future Past dan Psylocke yang baru muncul di film ini.

X-Men First Class sempat dibilang sebagai film X-Men terbaik, terutama berkat akting kedua aktor utamanya yaitu James McAvoy sebagai Professor X dan Michael Fassbender sebagai Magneto. Begitu juga di film ini, akting keduanya begitu menawan dan mengharukan sehingga menambah nilai lebih dari film ini. Aktris kaliber Oscar seperti Jennifer Lawrence juga memeriahkan film ini. Sayangnya, akting beliau tidak terlalu istimewa. Meskipun karakter yang dimainkannya yaitu Mystique diberikan peran lebih banyak ketimbang di komik, namun JLaw terlihat tidak begitu maksimal dalam memainkan karakternya.

Peran Jennifer Lawrence di film ini lebih banyak dibandingkan dengan di komiknya.

Lalu bagaimana dengan akting dari para pendatang barunya? Tidak ada yang istimewa dari para pendatang baru ini, namun kehadiran mereka memberikan nafas segar dalam dunia X-Men yang memang bercerita tentang sekumpulan anak muda berbakat ini. Yang paling mencolok mungkin kehadiran Oscar Isaac sebagai tokoh antagonis utama di film ini, yaitu Apocalypse. Sebelumnya di Internet sempat dicaci maki karena dirasakan kurang dapat menggambarkan kengerian tokoh ini seperti di komik. Terlebih lagi, Oscar Isaac belum lama ini berperan sebagai tokoh utama di film Star Wars yang cukup disukai, sehingga aktingnya sebagai penjahat agak diragukan. Meski tubuhnya tidak mengerikan seperti di komik, namun ekspresi dinginnya cukup dapat menggambarkan kengerian dari tokoh ini. Paling tidak, tokoh ini terasa sangat mengancam dunia. Hanya saja, suaranya yang diolah digital dengan komputer sehingga terdengar seperti ada banyak orang yang bicara ini justru mengganggu efek kengerian yang diberikan.

Selain Oscar, para fans mungkin juga menunggu penampilan Sophie Turner sebagai Jean Grey dan Tye Sheridan sebagai Cyclops. Karena kedua karakter ini adalah karakter sentral di komik X-Men dan sempat ternoda akibat kejadian di trilogi X-Men pertama. Untungnya, keduanya dapat menghadirkan karakter yang sesuai dengan di komik. Sehingga menarik untuk mengikuti awal dari kisah kasih mereka berdua ini. Image Sansa Stark dari Game of Thrones yang diperankan oleh Sophie ini begitu lekat, untungnya karakter Jean Grey yang bertolak belakang dengan Sansa ini bisa ditampilkan dengan baik, meski tidak terlalu istimewa. 

Sophie Turner dan Tye Sheridan yang berperan sebagai Jean Grey dan Cyclopse muda.

Lalu bagaimana nasib film ini jika disandingkan dengan Batman v Superman dan Civil War? Jika kedua film tersebut memiliki dasar cerita yang lemah (alasan pertarungan antar jagoan) dan keduanya juga tidak memiliki villain (musuh) yang kuat, maka film X-Men Apocalypse ini unggul di kedua bidang itu. Alasan para anak muda dan senior-seniornya untuk memilih kubu yang berseberangan ini sangat kuat dan masuk akal. Struktur ceritanya sangat mirip dengan struktur cerita komik, sehingga untuk para penggemar komik akan familiar dengan alur ceritanya. Berbeda dengan cerita di Civil War yang keduanya merasa benar, di film ini hanya ada kubu yang baik dan kubu yang salah. Sehingga film ini tidak direpotkan dengan urusan moral ataupun pesan-pesan dunia extended seperti kedua film sebelumnya. Kita cukup nonton dan enjoy film ini tanpa harus memusingkan embel-embel lainnya.

Adegan aksi pada film ini juga mengalir dengan seru dan tidak terkesan dipaksakan. Tidak seperti di film Civil War yang sebentar-sebentar pukul-pukulan, di film ini lebih banyak adegan aksi yang menampilkan kekuatan-kekuatan mutant yang variatif. Hasilnya menjadi seru untuk ditonton. Sayangnya, kualitas special effect-nya tidak terlalu baik. Terutama pada act 3, di mana penggunaan CGI begitu masif sehingga menghasilkan kualitas CGI yang setara dengan kualitas CG pada game. Namun, ada satu adegan yang penggunaan special effects-nya sangat maksimal, yaitu adegan Quicksilver saat berlari dengan kecepatan tinggi. Adegan yang cukup lama ini memang memakan biaya besar, sehingga bisa jadi budget film ini banyak dihabiskan untuk adegan ini saja dan mengurangi kualitas di adegan-adegan lainnya. Hasilnya, adegan tersebut memang sangat spektakuler, walaupun adegan yang mirip sudah pernah ditampilkan di film Days of Future Past juga.

Adegan kunci yang menjadi andalan dari film ini, di mana Quicksilver mempertunjukkan kemampuan mutantnya.

Musik di film ini masih digubah oleh John Ottman, sehingga ada banyak nada lagu yang familiar dari film-film X-Men sebelumnya. Berhubung film ini mengambil setting di tahun 80'an, maka ada banyak lagu-lagu di era tersebut yang muncul di film ini, seperti salah satunya adalah lagu Metallica di album pertamanya. Ada banyak gimmick-gimmick tahun 80'an yang mungkin hanya bisa dipahami oleh generasi 80'an saja. Hal ini patut diapresiasi sebagai detail cerita.

Akhir kata, film ini tidak mengecewakan dan dapat mengusung nama besar yang sudah disanding oleh X-Men. Bahkan, bisa jadi film ini adalah film superhero yang lebih baik dibanding dari kedua film superhero sebelumnya.

Psylocke, salah satu karakter baru yang ada di film ini diperankan oleh Olivia Munn.

 

Penampilan Oscar Isaac sebagai Apocalypse yang sempat menuai kritik, namun hasil akhirnya cukup baik.

 


Kelebihan
+ Akting para tokoh utamanya.
+ Jalan ceritanya yang sesuai dengan alur cerita komik.
+ Laga aksinya yang seru.
Kekurangan
- Kualitas special effects-nya yang kurang bagus.
Spesifikasi

PEMAIN:

James McAvoy - Professor Charles Xavier

Michael Fassbender- Erik Lehnsherr / Magneto

Jennifer Lawrence - Raven / Mystique

Oscar Isaac - Apocalypse

Nicholas Hoult - Hank McCoy / Beast

Rose Byrne - Moira MacTaggert

Sophie Turner - Jean Grey

Tye Sheridan - Scott Summers / Cyclops

Olivia Munn - Psylocke

Kodi Smit-McPhee - Kurt Wagner / Nightcrawler

 

SUTRADARA:

Bryan Singer

 

SPEC:

Durasi - 144 menit

Rating - 17 Tahun Ke Atas (Ada banyak adegan kekerasan)

Suara: Dolby Atmos, Dolby Surround 7.1, IMAX 6 track

Visual: 3D, non 3D, IMAX

After Credit: Ada

 

 

You may also like:

Batman v Superman: Dawn of Justice, Hanya Bab 2 dari yang Lebih Besar

Arrival: Bukan Hanya Sekadar Film Sci Fi

Rogue One: A Star Wars Story

Jason Bourne: Kembalinya Matt Damon!
comments powered by Disqus
BBM Widget

PIN : C001D0134

Most Popular
Hot Reviews
Publication
© 2012-2017 CHIP ONLINE. PT Prima Info Sarana. All Rights Reserved. | About CHIP | Privacy Policy