You are Here : Home > Review > Games
27 July 2016 | 4144 view(s)
Jason Bourne: Kembalinya Matt Damon!

Penulis : Kama Adritya

CHIP.co.id - Jason Bourne. Nama karakter di dunia film yang cukup dikenal. Seorang agen rahasia yang tidak dilengkapi dengan peralatan canggih, tidak dikelilingi oleh wanita-wanita cantik, dan tidak terlalu banyak omong. Jason Bourne adalah seorang ahli tarung yang memiliki kemampuan strategi dan pencari solusi secara spontan. Seorang manusia yang dulu pernah hilang ingatan dan sekarang hanya ingin bersembunyi untuk bertahan hidup.

Film tentang kisah Jason Bourne ini berasal dari novel spionase karya Robert Ludlum yang diawali dari The Bourne Identity, yang kemudian diikuti dengan 12 novel lanjutannya. Versi bioskopnya dibintangi oleh Matt Damon yang kemudian hadir dalam bentuk trilogi, yaitu The Bourne Identity (2002), The Bourne Supremacy (2004), dan The Bourne Ultimatum (2007). Ketiga film tersebut mengambil cerita yang sudah diringkas dari semua novel karya Robert Ludlum tersebut.

Matt Damon dan Julia Stiles kembali memerankan Jason Bourne dan Nicky Parsons

Alkisah, Jason Bourne adalah nama sandi dari seorang agen rahasia CIA yang sengaja dilatih dengan program khusus yang dinamakan program Treadstone untuk menjadi pembunuh super. Program rahasia ini bertujuan untuk membangun pasukan pembunuh berkemampuan serba bisa demi mempertahankan negara dari ancaman atau bakal ancaman dari luar maupun dalam negeri. Di trilogi pertama film Bourne, Jason Bourne mengalami amnesia atau lupa ingatan sehingga dirinya kemudian diburu oleh CIA dengan para agen pembunuh supernya agar rahasia terkait program rahasia tersebut tetap aman. Cerita ditutup dengan Jason Bourne akhirnya mengetahui asal usul dirinya dan kemudian membongkar rahasia program CIA tersebut. Setelah itu dirinya pun kembali bersembunyi.

Ketiga film tersebut meraih sukses di box office. Ketiga film tersebut semakin membuat nama Matt Damon melambung di jajaran aktor Hollywood papan atas. Maka tak heran jika kemudian Universal Pictures meminta Matt Damon untuk kembali memerankan tokoh Jason Bourne. Namun, Matt Damon menolak dan berkata dia hanya ingin kembali ke franchise Bourne jika sutradara Paul Greengrass ikut terlibat. Akhirnya, Universal menunjuk Jerremy Renner sebagai tokoh utama di film The Bourne Legacy, namun bukan sebagai Jason Bourne, melainkan menjadi seorang agen yang memiliki kemampuan mirip dengan Jason Bourne dan berada di waktu sebelum kejadian di film trilogi Bourne. Film tersebut pun meraup sukses, namun tidak seheboh saat masih ada Matt Damon.

Aktor gaek Tommy Lee Jones sebagai direktur CIA yang memburu Jason Bourne

Kini, Matt Damon kembali memerankan Jason Bourne setelah Paul Greengrass juga kembali menyutradari film ini. Film ini berjudul Jason Bourne. Penamaannya berbeda dengan serial Bourne lainnya. Cerita diawali dengan kehidupan Jason Bourne yang sedang bersembunyi dan terlihat hampa sebagai petarung ilegal di Yunani. Namun, kemudian semuanya berubah ketika Nicky Parsons, seorang agen CIA yang pernah membantunya di cerita trilogi pertama datang menemuinya dan membawa data tentang masa lalu Jason Bourne sebagai David Webb. Dari sana cerita mengalir mengikuti petualangan Jason Bourne dalam melakukan keahliannya di dunia espionase.

Cerita pada film ini tidak berasal dari novel Robert Ludlum, sehingga cerita pada film ini khusus dibuat untuk film ini. Salah satu penulis cerita film ini adalah Paul Greengrass. Yang membuat orang pada tertarik dengan cerita Bourne adalah karena karakternya yang sangat down to earth atau sederhana dan tidak menonjol. Dirinya bukan super agen seperti James Bond yang glamor dan memiliki peralatan-peralatan canggih. Jason Bourne harus selalu melakukan improvisasi. Senjatanya adalah otaknya.

Adegan aksi khas Bourne kembali dipertontonkan di film ini

Di mana buku telepon saja bisa menjadi senjata yang mematikan di tangannya. Trik-trik espionasenya terasa sangat nyata dan real karena dirasa memang bisa terjadi di dunia nyata. Saat kejar-kejaran mobil juga hanya menggunakan mobil biasa yang umum ditemukan di jalan raya. Namun, keahlian dan pengalamannya yang membuat semua benda biasa tersebut menjadi sesuatu yang luar biasa. Sehingga menonton aksinya di layar lebar menjadi mengasyikkan karena semuanya masuk akal.

Begitu juga pada film ini, di mana Jason Bourne digambarkan beraksi menggunakan benda-benda yang hanya ditemukan di perjalanannya saja. Caranya mengelabui musuh, bertarung dengan menggunakan benda di sekelilingnya, dan naluri instingnya itu masih seru untuk ditonton.

Hanya saja, ciri khas cerita Bourne yang pintar dan dalam ini tidak begitu terlihat pada film ini. Jalan ceritanya terasa dangkal dan mudah ditebak. Motivasi tokoh antagonis pada cerita kali ini terasa hambar dan klise. Begitu juga dengan motivasi beberapa karakter di film ini yang membingungkan dan tidak dijelaskan lebih lanjut. Cerita konspirasi pada film ini juga terasa dipaksakan dan sekadar menjadi bumbu saja. Bila Anda suka menonton film-film espionase, mungkin Anda sudah bisa menebak jalan ceritanya dari 10 menit pertama saja.

Alicia Vikander sebelumnya bermain pada film Danish Girl dan Ex Machina

Kembalinya Paul Greengrass pada serial ini menandakan kembalinya gaya ciri khasnya dalam perfilman, yaitu gaya kamera bergoyang (shaky cam). Cara pengambilan gambar yang seolah-olah dari kamera handheld ini memberikan kesan dokumenter pada film ini. Namun, terlalu banyak goyang juga memusingkan. Dan amat disayangkan pada saat adegan-adegan aksi yang seru, gambarnya juga terlihat terlalu goyang sehingga adegan aksinya menjadi sukar ditonton. Terutama pada adegan kejar-kejaran yang terjadi pada malam hari. Konon adegan ini menghancurkan 170 mobil dalam pembuatannya. Namun, karena kameranya terlalu goyang, adegan tersebut menjadi susah untuk diikuti.

Selain Matt Damon, film ini juga diisi dengan aktor gaek Tommy Lee Jones sebagai direktur CIA, Alicia Vikander sebagai seorang analis yang memburu Bourne, dan Vincent Cassel sebagai aset pembunuh yang ingin membunuh Bourne. Dari segi akting, tidak ada yang istimewa. Bahkan Matt Damon mungkin hanya memiliki dialog tidak lebih dari 30 baris. Namun, tidak ada yang perlu dikeluhkan dari sisi ini. Mungkin ada keluhan kecil di mana cerita yang terjadi pada film The Bourne Legacy tidak disinggung sama sekali. Sehingga harapan untuk adanya cameo dari para pemain di film tersebut menjadi buyar.

Vincent Cassel sebagai aset CIA yang tidak segan-segan dalam membunuh

Akhir kata, cerita pada film Jason Bourne mungkin tidak seseru trilogi Bourne. Namun, adegan aksi dari seorang Jason Bourne saja sudah cukup untuk menjadi alasan kita untuk menyaksikannya di bioskop. Dan usahakan jangan menonton terlalu dekat dengan layar, karena efek goyangan kameranya akan menjadi semakin terasa.


Kelebihan
+ Aksi Jason Bourne yang real
+ Adegan aksi
Kekurangan
- Goyangan kamera
Spesifikasi

PEMAIN:

Matt Damon – Jason Bourne

Alicia Vikander – Heather Lee

Julie Stiles – Nicky Parsons

Tommy Lee Jones – Robert Dewey

Vincent Cassel – Asset

Vinzenz Kiefer – Christian Dassault

 

SUTRADARA:

Paul Greengrass

 

KOMPOSER MUSIK:

David Buckley dan John Powell

 

PENULIS CERITA:

Paul Greengrass dan Christopher Rouse

 

SPEC:

Durasi - 123 menit

Rating - Dewasa (Ada adegan perkelahian, pembunuhan, dan kekerasan)

Suara: Dolby Atmos, Dolby Digital

Visual: 2D, 2.35:1

After Credit: Tidak Ada.

You may also like:

The LEGO Batman Movie: Kandidat Film Superhero Terbaik

xXx: Return of Xander Cage, Kembalinya Franchise Seru

The Great Wall: Hasil Kolaborasi Dunia Barat dengan Timur

Rogue One: A Star Wars Story
comments powered by Disqus
BBM Widget

PIN : C001D0134

Publication
© 2012-2017 CHIP ONLINE. PT Prima Info Sarana. All Rights Reserved. | About CHIP | Privacy Policy