You are Here : Home > Review > Hardware
16 August 2016 | 10719 view(s)
Olympus OM-D E-M10 Mark II, Kecil dan Ergonomis

Penulis : Sri Sadono

CHIP.co.id - Dibanding dengan pendahulunya, OM-D EM10 Mark II tidak mengalami perubahan ukuran yang signifikan. Bisa dikatakan, dimensinya nyaris sama. Karena itu, saat redaksi CFVD memegang untuk pertama kalinya, kesan pertama yang muncul adalah ukurannya terasa kecil di tangan. Grip untuk pegangannya pun kecil. Untuk membuat pegangannya jadi lebih nyaman, sebaiknya tambahkan Camera Grip ECG-3 yang dijual secara terpisah.
 
Perubahan desain yang cukup mencolok dari OM-D E-M10 Mark II terdapat di bagian atas bodinya. Di OM-D E-M10, tombol putar untuk mode pemotretan ditaruh di sebelah kiri. Di OM-D E-M10 Mark II, tombol tersebut dipindah di sisi kanan. Di sisi sebelah kiri, sekarang digunakan untuk memasang tombol ON/OFF dan Fn3. Tombol Fn3 tersebut dapat dimanfaatkan untuk megaktifkan pilihan saturasi, warna, dan kecerahan hasil pemotretannya .
 
Di kamera yang baru, di sisi kanan ada tiga tombol putar, satu untuk memilih mode pemotretan, satu untuk mengatur menu, dan satunya lagi untuk mengatur parameter dari setiap menu tersebut. Dengan posisi baru tiga tombol putar tersebut, pengaturan Olympus OM-D E-M10 mark II terasa lebih nyaman, lebih ergonomis. 
 
Hal lain yang membuat Olympus OM-D E-M10 Mark II, yang merupakan kamera mirrorless, selalu bisa menarik perhatian adalah tampilannya yang mirip sekali dengan kamera DSLR. Kesan DSLR tersebut menonjol karena adanya hot-shoe dan juga viewfinder elektronik 2.360.000 Pixel di bagian atas bodinya.  
 
Walaupun memiliki viewfinder elektronik, memotret dengan OM-D EM10 Mark II tetap lebihn nyaman menggunakan layar LCD 3,0 inci di bagian belakangnya. Selain mampu menampilkan gambar dengan jernih dan tajam, layarnya juga dilengkapi dengan feature tilting LCD yang memudahkan pengguna untuk memilih sudut pemotretannya.  Layarnya dapat di rotasi 1350 secara vertikal.
 
Andalan Olympus yang paling menarik yang terdapat pada OMD E-M10 Mark II adalah teknologi image stabilizer-nya. Kamera dengan sensor four thirds tersebut memasang teknologi 5-axis yang bekerja pada sensornya. Dengan teknologi tersebut, OM-D E-M10 Mark II terbukti efektif merekam gerakan minor saat dipakai dalam kondisi minim cahaya dengan kecepatan shutter rendah. Dengan kecepatan 1/5-1/10 detik secara handheld, image stabilizer-nya terbukti masih berkerja dengan efektif. Termasuk saat kita menggunakannya  untuk merekam video. 
 
Performa Prosesor Truepic VII
Dengan menggunakan prosesor TruePic VII, OM-D E-M10 Mark II memiliki kecepatan yang mengesankan. Dengan prosesor tersebut, Olympus OM-D E-M10 Mark II mampu mengolah gambar beresolusi 16 Megapixel dengan kecepatan 8 frame per detik di mode continuous drive. Dengan menggunakan kartu memori Sandisk Extreme 45MB/detik, kamera mampu merekam 15 frame gambar berformat RAW+JPEG secara kontinyu. Yang lebih menyenangkan, waktu untuk merekam semua data ke memori pun cepat sehingga kamera lekas bisa digunakan.
Foto oleh Sri Sadono, F/1.8 |  1/3200 detik |  ISO 500
 
Dengan menggunakan lensa M. Zuiko Digital 45 mm f/1.8 sebagai lensa pengujian, OM-D E-M10 Mark II juga menunjukkan kecepatan autofocus yang mengesankan. Fetaure 81 AF-point yang diandalkan untuk autofocusnya mampu mengejar titik fokus dengan cepat dan akurat. termasuk saat digunakan dalam kondisi minim cahaya. Autofocus kamera kecil tersebut nyaman sekali digunakan untuk melakukan snapshot, menangkap momenmomen penting yang sewaktuwaktu terjadi.
 
Performa mengesankan prosesor Truepic VII berlanjut saat kita menggunakan kamera tersebut di kondisi minim cahaya. Di kondisi minim cahaya, kita masih bisa mendapatkan gambar dengan kualitas yang baik di ISO 1600. Di ISO 1600, gambar yang dihasilkan masih memiliki noise yang terbilang minim. Dalam kondisi darurat, gambar yang diambil dengan ISO 3200 masih memiliki ketajaman yang cukup baik.  Saat digunakan di luar ruang dengan kondisi cahaya yang melimpah, gambar yang diambil dengan ISO 800 ke bawah memiliki ketajaman yang mengesankan. 
Foto oleh Sri Sadono, F/5.6 |  1/100 detik |  ISO 500
 
 
Hal terakhir yang membuat OM-D E-M10 Mark II patut diperhitungkan adalah karakter warna yang dihasilkannya. Dengan mengandalkan auto white balance di kamera, warna yang dihasilkan cerah dengan karakter warna yang natural.  Selain itu, kontrasnya yang baik membuat gambar selalu memiliki ketajaman yang optimal. Namun, yang paling menyenangkan adalah saat digunakan untuk memotret objek yang kaya dengan warna, hasil foto berwarnanya bisa dikatakan nyaris sempurna. 

Editor : Kama Adritya

Kelebihan
Materi bodi solid, ketajaman gambar tinggi, image stabilizer bekerja sangat baik.
Kekurangan
Grip kamera terlalu kecil, viewfinder elektronik kurang nyaman.
Spesifikasi

Sensor Live MOS 17,3 x 13 mm

Resolusi 16,1 Megapixel
 
Layar LCD 3,0 inci, 1.040.000 Pixel
 
Shutter 60-1/16000 detik 
 
ISO 200-25600
 
Format Gambar RAW, JPEG, Video
 
Continuous Drive 8 fps
 
Video 1920x1080 (60p, 30p, 24p)
 
Microphone port Tidak
 
AF Point 81 titik
 
Media SD/SDHC/SDXC
 
Dimensi 120 x 83 x 47 mm
 
Bobot 390 gram
 
You may also like:

Olympus OM-D E-M1 Mark II: Andalan di Dunia 4K

Bocoran Olympus E-M1 MII

Review Olympus EPL8

Olympus PEN E-PL8: Untuk yang Suka Narsis
comments powered by Disqus
BBM Widget

PIN : C001D0134

Most Popular
Hot Reviews
Publication
© 2012-2017 CHIP ONLINE. PT Prima Info Sarana. All Rights Reserved. | About CHIP | Privacy Policy